Sukses

Keputihan dan Infertilitas

20 Feb 2015, 12:16 WIB
Wanita, 26 tahun.

malam dr,.saya tu klo lagi berhubungan dgn suami,terus keluar keputihan yg kental kayak yuget dan nempel dipenis yg sangat menggangu,umur pernikahan udah 5th tp belum punya anak,.bahayakh dan bagai mana supaya cepat hamil,.terimakasih mohon dibalas..

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Keluhan yang terjadi pada Anda kemungkinan sudah terjadi infeksi jamur. Namun untuk memastikan hal ini diperlukan pemeriksaan fisik langsung dan pemeriksaan penunjang oleh dokter. Apabila benar Anda mengalami infeksi jamur, maka Anda dapat menggunakan antijamur seperti clotrimazol. Menjaga kebersihan organ intim dan menghindari pencetus penyakit juga sangat penting dalam mencegah kekambuhan. Pencetus keputihan yang disebabkan oleh jamur antara lain obesitas, kelembaban, suhu udara, penggunaan pakaian yang ketat, riwayat diabetes, dan infeksi di tempat lain.  Keputihan yang tidak diobati dalam jangka waktu lama dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi Anda.

Pada kasus Anda dimana belum memiliki anak selama 5 tahun, harus ditelaah lebih lanjut. Apakah Anda sudah melakukan hubungan rutin 2-3x per minggu? Apakah selama menikah Anda pernah menggunakan alat kontrasepsi(spiral, pil, sususk,kondom, dll)? 

Infertilitas adalah penyakit sistem reproduksi yang ditetapkan dengan adanya kegagalan mencapai kehamilan setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Penyebab infertilitas dapat disebabkan oleh laki-laki maupun wanita. Penyebab infertilitas pada laki-laki secara garis besar dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :

  • Kondisi dimana jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma menjadi buruk (varikokel, paparan toksin dan bahan kimia, paparan radiasi)

  • Kondisi dimana sperma tidak dapat dikeluarkan (ejakulasi dini, sumbatan saluran semen)

Penyebab infertilitas pada wanita dapat disebabkan oleh :

  • Kelainan ovulasi (produksi sel telur)

  • Kelainan rahim (kanker, endometriosis, mioma, perlekatan rahim ke organ dalam perut)

  • Sumbatan saluran telur

Pemeriksaan penyebab infertilitas pada sebuah pasangan dilakukan oleh kedua pihak baik pria dan wanita. Untuk menentukan penyebab infertilitas pria dapat dilakukan dengan pemeriksaan analisa sperma. Sedangkan untuk menentukan penyebab infertilitas wanita dapat dilakukan antara lain dengan USG, HSG (Histerosalpingografi) untuk menentukan ada tidaknya sumbatan saluran telur, analisa hormon, dan laparoskopi (teknik melihat ke dalam perut tanpa tindakan pembedahan besar).

Dari keluhan yang Anda sebutkan diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan kandungan atau dokter spesialis kebidanan kandungan subspesialisasi fertilitas. Selain itu bergaya hidup sehat dapat memperbaiki metabolisme tubuh Anda, seperti olahraga teratur, makan makanan sehat, tidak merokok,serta tidak mengkonsumsi alkohol.

Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar