Sukses

Usia 20 Tahun Masih Mengompol

20 Feb 2015, 09:46 WIB
Pria, 21 tahun.

Dok. Sya punya adik umur 20 thn, itu perempuan. Dia dari kecil sampe sekarang masih ngompol dok. Itu knapa dan ap solusinya dok

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Ngompol atau dalam bahasa medis disebut enuresis adalah suatu keadaan tidak dapat menahan keluarnya air kemih. Apabila terjadi pada malam hari mengompol disebut enuresis nokturnal. Mengompol sebenarnya merupakan hal yang wajar terjadi hingga anak berusia 5 tahun. Meski pada sebagian besar kasus ini dapat sembuh secara spontan saat anak mencapai usia 10-15 tahun, tetap diperlukan monitor lebih lanjut untuk mengevaluasi berbagai kemungkinan yang dapat menyebabkan keadaan tersebut.

Enuresis (mengompol) dapat dikelompokkan menjadi enuresis primer dan sekunder. Disebut enuresis primer apabila mengompol terjadi sejak anak lahir, tetapi apabila pernah terdapat fase tidak mengompol di antaranya, maka disebut enuresis sekunder. Enuresis primer lebih sering terjadi dibandingkan enuresis sekunder.

Berdasarkan penelitian, enuresis jenis ini dapat terjadi karena adanya faktor keturunan. Apabila kedua orangtua memiliki riwayat mengompol maka 77% anaknya akan mengalami hal yang serupa. Dan apabila hanya salah satu orangtua yang memiliki riwayat mengompol maka sekitar 44% anaknya akan mengalami hal yang serupa. Bahkan mengompol masih dapat terjadi pada 15% anak tanpa riwayat mengompol pada kedua oarngtuanya.

Selain faktor keturunan, masih ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi, yaitu:

  • keterlambatan pematangan fungsi susunan saraf pusat. Normalnya ketika kandung kemih penuh, saraf-saraf pada dinding kandung kemih akan mengirimkan sinyal ke otak untuk mengeluarkan air kemih,dan otak akan membalas sinyal tersebut dengan perintah untuk menahan air kemih hingga siap dikeluarkan di toilet. Fungsi ini tidak dapat berjalan baik apabila susuanan saraf pusat terlambat matang.

  • ganguan tidur. Anak yang tidur nyenyak dan sangat dalam dapat menyebabkan anak tidak terbangun meski kandung kemih sudah penuh.

  • Kurangnya kadar hormon antidiuretik (hormon penahan air). Hormon ini membuat produksi air kemih berkurang pada malam hari.

  • Kelainan anatomi organ saluran kemih, misalnya kandung kemih yang kecil sehingga mudah menjadi penuh.

Prinsipnya terapinya adalah membuat kandung kemih dapat menahan lebih banyak air kemih dan membantu ginjal mengurangi produksi air kemih.  Enuresis dapat diatasi tanpa ataupun dengan obat, namun tentu saja obat yang dipakai juga memiliki efek samping tertentu. Yang dapat dilakukan saat ini adalah:

  • membatasi minum saat malam hari

  • hindari mengonsumsi teh, cokelat, soft drink, karena mengandung kafein yang bersifat diuretik

  • jadwalkan untuk pergi ke kamar mandi sekitar 30 menit sebelum tidur, atau tepat sebelum tidur

  • lakukan toilet training pada saat siang hari untuk mengakrabkan rutinitas buang air kemih di toilet.

  • modifikasi perilaku dengan terapi alarm. Alarm diletakkan di dekat alat kelamin anak, apabila mulai mengompol maka alarm berbunyi sehingga anak terbangun dan menahan air kemihnya dan orangtua membantu anak meneruskan buang air kecil di toilet, evaluasi 2 minggu hingga beberapa bulan.

  • beri anak pujian ketika berhasil untuk tidak mengompol (terapi motivasi), evaluasi dalam 3-6 bulan.

  • apabila anak mengompol, jangan memperlakukannya dengan keras. Cobalah untuk memberi pengertian akan tindakannya dan melibatkannya untuk membantu membersihkan tempat tidurnya yang basah.

Pada orang dewasa ada sebuah kondisi kesulitan menahan BAK yang disebut inkonteninsia uri. Inkontinensia terjadi karena adanya permasalahan pada otot dan syaraf yang bekerja untuk menahan atau melepaskan urin. Tubuh menyimpan urin di dalam kandung kemih. Kandung kemih menyatu dengan uretra, sebuah saluran yang menyalurkan urin ke luar tubuh. 

Selama berkemih, otot di dinding kandung kemih berkontraksi, memberi tekanan kepada urin untuk keluar dari kandung kemih menuju uretra. Di saat yang bersamaan, otot sfingter di sekitar uretra menjadi berelaksasi, sehingga urin dapat keluar dari tubuh.

Inkontinensia akan terjadi jika otot kandung kemih tiba-tiba berkontraksi atau otot sfingter tidak terlalu kuat untuk menahan balik tekanan dari urin. Maka urin akan "lolos" dengan tekanan yang lebih rendah dibandingkan dengan seharusnya jika otot mengalami kerusakan, menyebabkan perubahan pada posisi kandung kemih. Obesitas yang dihubungkan dengan peningkatan tekanan perut dapat memperburuk inkontinensia. Maka penurunan berat badan mungkin dapat mengurangi derajat beratnya inkontinensia. 

Sudahkah Anda mencoba memperkuat otot sfingter dengan latihan kegel. Latihan kegel ini mungkin dapat berguna. Cara melakukannya adalah:

  • Langkah pertama, posisi duduk atau berbaring, cobalah untuk mengkontraksikan otot panggul dengan cara yang sama ketika kita menahan kencing. Anda harus dapat merasakan otot panggul anda meremas uretra dan anus. Apabila otot perut atau bokong juga mengeras maka anda tidak berlatih dengan otot yang benar
  • Ketika anda sudah menemukan cara yang tepat untuk mengkontraksikan otot panggul maka lakukan kontraksi selama 10 detik, kemudian istirahat selama 10 detik
  • Lakukan latihan ini berulang-ulang sampai 10-15 kali per sesi. Sebaiknya latihan ini dilakukan 3 kali sehari
  • Latihan kegel hanya efektif bila dilakukan secara teratur dan baru terlihat hasilnya 8-12 minggu latihan teratur
 
Namun, untuk memastikan penyebab terjadinya mengompol pada adik Anda, periksakan kepada dokter bedah urologi untuk pemeriksaan yang lebih seksama.

 

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar