Sukses

Herpes Simpleks

19 Feb 2015, 21:31 WIB
Wanita, 19 tahun.

sy kena herpes di bibir seminggu yg lalu, 3 hari kemudian sy periksa ke dokter spkk. dia tidak mengecek bagian tubuh sy, tetapi dia menanyakan apakah sy pernah oral seks atau tidak, sy jwb iya dan dia blg sy kena herpes genital, tertular dr pcr sy. dokter sy blg penyebaran herpes itu cpt, sekitar 1-2 minggu tertularnya. sy panik, pcr sy memeriksakan diri di dokter lain, bahkan tes hiv, dan hasilnya negatif. kt dokter pcr sy (setiap kami ke dokter, kami tidak pernah bersama sehingga informasi diterima salahsatu pihak saja), sy bisa jadi sakit herpes krn polusi dan lingkungan yg tdk sehat. sy ingin memeriksakan diri di dokter lain utk memastikan sy sakit apa, tetapi orgtua sy tidak punya uang. yg saya rasakan saat ini adalah herpes dibagian bibir atas, rasanya seperti kesemutan, skrg luka herpesnya menghitam seperti darah kotor. sy sudah makan dan oles acyclovir, hasil dr olesan acyclovir itu spt bernanah. sebenarnya sy sakit apa? dan sy harus bagaimana?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter.

Herpes Simpleks Virus (HSV)  ada dua macam, meski keduanya dapat saling berhubungan, yaitu tipe 1 yang dikaitkan dengan infeksi di daerah bibir dan rongga mulut dan tipe 2 yang bermanifestasi di genital (alat kelamin). Begitu seseorang terinfeksi HSV baik tipe 1 maupun tipe 2, virus ini akan terus berada di syaraf dalam keadaan laten dan sewaktu-waktu penyakit ini dapat kambuh lagi.

Faktor yang mempengaruhi kekambuhan biasanya adalah kelelahan fisik dan stress mental, atau infeksi lainnya. Hubungan seksual berganti-ganti pasangan meningkatkan kemungkinan terkena. Wanita hamil yang menderita herpes dapat menginfeksi bayinya. Bayi yang lahir dengan herpes dapat meninggal atau mengalami gangguan pada otak, kulit atau mata. Bila pada kehamilan timbul herpes genital, hal ini perlu mendapat perhatian serius karena virus dapat melalui plasenta sampai ke sirkulasi fetal serta dapat menimbulkan kerusakan atau kematian pada janin.

Terapi herpes simpleks secara umum adalah menjaga kebersihan daerah kemaluan dan menghindari trauma atau faktor pencetus. Belum ada pengobatan yang memuaskan untuk penyakit ini. Obat anti virus biasanya efektif dalam mengurangi frekuensi dan durasi (lamanya) timbul gejala dan mencegah terjadinya komplikasi.

Dalam kasus ini, Anda mungkin dapat menularkan ke pasangan seksual Anda. Apabila Anda adalah orang yang secara seksual aktif atau pasangan suami istri maka bila melakukan pengobatan harus kepada pasangan juga, tidak bisa hanya kepada ibu atau bapak saja, dikarenakan sebagaimana kita tahu bahwa virus herpes simplex ini bisa menular melalui hubungan seksual. Selain itu sebaiknya hindari hubungan seksual yang tidak aman.

 

Apa saja gejala HIV?

Infeksi HIV umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut. Jadi jika tidak ada kontak langsung antara membran mukosa antara penderita dengan bukan penderita maka tidak dapat terjadi penularan.

Menghindari penularan terjadi dengan penderita HIV adalah dengan menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh (darah, air mani, cairan vagina, ASI) dengan cara tidak melakukan hubungan seksual pranikah, tidak menggunakan narkoba jarum suntik, dan hindari kontak langsung cairan tubuh dengan penderita HIV.

Anda perlu tahu bahwa pada infeksi HIV terdapat 3 tahap yang berbeda-beda dan sangat penting bagi kita semua untuk memahami tahap-tahap ini.

Tahap Pertama Infeksi HIV-AIDS

Pada tahap pertama (infeksi akut atau serkonversi) biasanya terjadi 2 – 6 minggu setelah terinfeksi. Pada saat ini sistem imun tubuh berusaha melawan virus HIV. Gejala awal dari infeksi akut ini mirip dengan gejala infeksi virus lainnya seperti infeksi flu. Gejala awal ini hanya berlangsung 1 hingga 2 minggu lantas akan hilang dan virus akan masuk ke tahap berikutnya.

Gejala awal dari infeksi HIV adalah: 

Gejala Awal dari infeksi HIV-AIDS adalah:

  • Nyeri kepala
  • Diare
  • Mual dan Muntah
  • Lelah
  • Nyeri otot
  • Nyeri menelan
  • Lesi merah pada tubuh yang biasanya tidak gatal dan biasanya muncul di bagian dada
  • Demam

Hubungi dokter segera bila Anda merasa telah terinfeksi oleh HIV oleh karena ada obat yang dapat mencegah perkembangan virus. Dimana obat ini dapat dikonsumsi beberapa jam hingga hari setelah terinfeksi.

Berikut ini adalah tahap kedua dari gejala awal HIV-AIDS:

Tahap Kedua Gejala HIV-AIDS

Setelah tahap serkonversi, sistem tubuh kita akan kalah dan gejala akan hilang. Infeksi HIV masuk ke tahap kedua, dimana pada tahap ini dapat tidak terjadi gejala apapun dalam waktu yang lama, tahap ini dinamakan periode asimtomatis.

Pada tahap ini orang sering tidak mengetahui mereka terinfeksi HIV dan dapat menyebarkan ke orang lain. Periode ini dapat bertahan hingga 10 tahun.

Pada periode ini, virus perlahan-lahan akan membunuh sisitem sel darah putih kita yang dinamakan CD 4 T- cells dan merusak sistem imunitas.

Berikut ini adalah tahap ketiga dari gejala awal HIV-AIDS:

Tahap Ketiga Infeksi HIV-AIDS

AIDS merupakan suatu tahap HIV lanjut. Pada tahap ini CD 4 sudah berada dibawah angka 200 dan orang akan didiagnosa dengan AIDS. Beberapa penyakit yang dapat muncul adalah Kaposi sarcoma dan pneumocystis pneumonia. Pada tahap ini orang harus mengkonsumsi obat anti HIV/AIDS.

Beberapa orang tidak menyadari mereka terinfeksi HIV, dan biasanya akan mulai memeriksakan diri ketika muncul gejala :

  • Lelah setiap saat
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau selangkangan
  • Demam > 10 hari
  • Keringat malam
  • Berat badan menurun drastic
  • Bintik ungu di tubuh yang sulit hilang
  • Sulit bernafas
  • Diare yang berkepanjangan
  • Infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau vagina
  • Mudah berdarah atau memar

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar