Sukses

Alat Kontrasepsi yang Baik

12 Feb 2015, 12:57 WIB
Wanita, 20 tahun.

Dok saya mau tanya alat kontrasepsi apa yg baik ya padahal saya blm mempunyai momongan dan baik bagi kesehatan saya juga...

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Pemilihan kontrasepsi yang terbaik ditentukan dari karakteristik setiap pengguna, tentu harus diketahui riwayat medis Anda secara lebih lengkap untuk memberikan rekomendasi yang tepat. Namun izinkan kami menjelaskan berbagai keuntungan dan kerugian dari berbagai pilihan kontrasepsi. Untuk mencegah kehamilan terdapat beberapa jenis kontrasepsi, yang lebih sesuai untuk usia produktif yang mengharapkan 

kontrasepsi jangka pendek

Antara lain:

  • kontrasepsi hormonal (pil atau suntik), dan

  • barrier (penghalang)

Metode kontrasepsi barrier contohnya adalah kondom (untuk pria) dan diafragma (untuk perempuan). Metode ini, tingkat kegagalannya tinggi jika pemakaiannya tidak benar. Sedangkan pemakaian diafragma juga memiliki risiko terjadinya infeksi pada kemaluan jika pemakaiannya tidak bersih.

Pilihan metode berikutnya adalah kontrasepsi hormonal, baik berupa pil maupun suntikan. Pil yang digunakan dapat berupa pil kombinasi hormon estrogen-progesteron maupun pil progesteron saja. Sedangkan hormon suntik yang diberikan adalah progesteron. Tiap-tiap jenis kontrasepsi ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Pil progesteron saja biasanya digunakan oleh wanita yang menyusui, kekurangannya adalah penambahan berat badan, jerawat, kecemasan, angka kejadian terjadinya perdarahan tidak teratur tinggi, dan efektivitasnya lebih rendah dibandingkan yang kombinasi. Kekurangan ini tentunya juga ditemukan pada progesteron suntik. Namun suntikan hanya perlu dilakukan tiap 3 bulan. Sedangkan keuntungan dari pil kombinasi adalah sangat efektif, mencegah kanker indung telur dan kanker endometrium, menurunkan ketidakteraturan menstruasi dan anemia yang berkaitan dengan menstruasi, menghaluskan kulit dengan jerawat sedang.

Namun, ada keadaan-keadaan dimana penggunaan pil kombinasi ini tidak dianjurkan, seperti tekanan darah tinggi, riwayat migren, riwayat kanker payudara, dll. Perlu diperhatikan bahwa pengembalian kesuburan pada pemberian pil kombinasi dan progesteron suntik bervariasi, antara 3 - 12 bulan setelah kontrasepsi dihentikan.

Pemilihan metode KB memang sangat individual, karena efek samping yang terjadi dapat berbeda-beda pada masing-masing wanita. Untuk itu, kami sarankan Anda dapat terus mengkonsultasikan hal ini dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mendapatkan metode KB yang paling sesuai untuk Anda. Dan melihat kondisi keputihan yang Anda alami apakah keputihan fisioligis atau yang patologis.

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat. (NO)

Salam, 

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar