Sukses

Mengatasi Infertilitas (Masalah Kesuburan)

12 Feb 2015, 12:18 WIB
Wanita, 33 tahun.

saya sudah menikah 1,5 tahun tetapi sampai saat ini saya belum dikarunai seorang anak yang ingin saya tanya, Bagaimana cara saya agar dapat momongan dan selain itu saya wanita bekerja yang berangkat pagi pulang sudah malam. Apakah faktor kelelahan bisa mengahmbat memiliki keturunan. mohon dibantu ya dok untuk masukan dan solusinya. Terima kasih

dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda. Seseorang baru dapat dikatakan memiliki masalah infertilitas primer (gangguan kesuburan) apabila belum memiliki keturunan setelah 1 tahun berhubungan seksual teratur (2-3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi. Bila sudah tegak diagnosis tersebut,  maka perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk mencari penyebabnya, baik dari pihak suami maupun istri. Kami sarankan agar Anda melakukan pemeriksaan USG rahim, HSG, dan kadar hormon kewanitaan. 

Sementara itu, suami Anda dapat melakukan analisis semen (mani) untuk menilai kualitas serta kuantitas sperma. Selain usia, kualitas sperma juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti makanan dengan gizi kurang adekuat, stress, obesitas, obat-obat, merokok, pestisida yang terdapat dalam makanan, dan suhu buah zakar yang terlalu panas (sering mandi air panas, sauna, meletakkan laptop di pangkuan, dan sebagainya).

Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemungkinan hamil adalah :

1. Melakukan hubungan seksual teratur di sekitar masa subur Anda. 

Masa subur adalah masa di mana telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur, Anda harus mengetahui berapa rata-rata siklus haid dari 3-6 siklus haid terakhir. Jika siklus menstruasi Anda berlangsung teratur selama 27-28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi Anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu. Kemudian Anda dan pasangan juga perlu melakukan hubungan seksual yang teratur, setidaknya 2-3 x/minggu.

2. Perhatikan diet dan berat badan 

Baik pria maupun wanita harus menhindari memiliki berat badan yang berlebihan (overweight) atau berat badan kurang (underweight). Masalah berat badan dapat mempengaruhi hormonal yang mengatur kesuburan. Makanan kaya akan zink seperti daging merah dan sereal gandum dapat memperbaiki kualitas sperma.

3. Hindari alkohol dan rokok

Sebuah penelitian mengemukakan bahwa 5 gelas minuman beralkohol dalam seminggu dapat mempengaruhi kesuburan. Merokok pun mengurangi kesuburan pria dan wanita. Berdasarkan British Medical Association, merokok mengurangi kesempatan wanita untuk berkonsepsi sebanyak 40%.

4. Jaga agar mereka tidak kepanasan

Panas dapat menyebabkan kerusakan pada sperma. Testis seharusnya berada pada suhu 1-2 derajat lebih dingin daripada suhu tubuh. Duduk seharian dan memangku laptop dapat mengganggu kesuburan sperma karena mencipatkan udara yang lebih panas di daerah sekitar testis. Profesor Ledger merekomendasikan untuk beristirahat selama 5-10 menit setiap jamnya dengan cara berjalan untuk mendinginkan daerah penghasil sperma tersebut.

5. Perhatikan kesehatan seksual Anda

Penyakit Menular Seksual (PMS) seperti klamidia, gonorea, sifilis, dapat mengganggu kesuburan. Apabila Anda memiliki risiko terkena PMS, berkonsultasilah segera dengan dokter Anda.

Mengenai kelelahan dan stress yang Anda alami, banyak penelitian dilakukan untuk melihat efek stress sebagai penyebab infertilitas. Beberapa penelitian tersebut menunjukkan fakta bahwa stress dapat menyebabkan peningkatan hormon stress (glukokortikoid), seperti kortisol. Hormon kortisol dapat menghambat tubuh untuk memproduksi hormon seks, sepertigonadotropin releasing hormon (GnRH) yang berujung kepada berkurangnya jumlah sperma, terlambatnya ovulasi (matang dan keluarnya sel telur) atau tidak ovulasi sama sekali, dan berkurangnya gairah seksual

 

Kami sarankan untuk memeriksakan kondisi Anda berdua, agar diketahui sumber permasalahanya dan Anda berdua dapat segera menimang buah hati. 

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,
Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar