Sukses

Bahayakah Ikan Laut untuk Hipertensi

12 Feb 2015, 08:31 WIB
Wanita, 54 tahun.

Bolehkah makan ikan laut bagi penderita hipertensi? mengingat ikan laut banyak kandungan garamnya. Terima kasih

dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter Klikdokter.com.

 

Bagi penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) ataupun penyakit ginjal, kondisi tubuh penderita membutuhkan makanan dengan kandungan garam yang sedikit.

Pengurangan penggunaan garam yang dimaksud bukanlah dilaksanakan pada semua jenis garam, namun pengurangan yang ada lebih kepada maksud pembatasan jumlah garam / natrium klorida (NaCl) dalam makanan disamping penyedap masakan (monosodium glutamat = MSG), serta sodium karbonat. Dimana sangat dianjurkan pada pelaku diet ini untuk mengonsumsi garam dapur (garam yang mengandung iodium) tidak lebih daripada 6 gram per hari atau setara dengan satu sendok teh.

Tujuan dari diet ini adalah untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi serta membantu menghilangkan penimbunan garam atau air dalam jaringan tubuh. Sedangkan untuk pengobatan herbal bagi hipertensi, masih harus diteliti lebih lanjut dan belum mendapat persetujuan organisasi medis.

Pada prinsipnya kebanyakan ikan laut memiliki kadar natrium (garam) yang tidak membahayakan pendertia hipetensi. Kecuali pada ikan laut yang sudah melalui proses pengasinan, dalam hal ini contohnya seperti ikan asin yang biasa hadir dalam kuliner Indonesia sehari-hari. Ikan asin bisa membahayakan bagi penderita hipertensi karena mengandung garam (natrium). 

Cukup mudah untuk menjalani diet hipertensi ini, cukup menyesuaikan dengan penyakit yang diderita, membatasi konsumsi kalori, protein serta mineral, serta menyesuaikan garam natrium yang dibutuhkan tubuh.

Untuk memudahkan diet hipertensi cobalah untuk :

  • Tidak meletakkan garam di atas meja makan

  • Pilihlah sayuran yang segar. Makanan yang terdapat di kemasan kaleng banyak mengandung garam. Jika pun mau tidak mau harus mengonsumsi sayuran kaleng maka cuci bersih sayuran dengan air sebelum dikonsumsi untuk mengurangi kandungan garam yang melekat di sayuran tersebut.

  • Pilihlah buah yang segar, karena umumnya buah-buah yang segar memiliki kandungan rendah natrium namun kaya akan kandungan kalium

  • Menambahkan rasa di makanan dengan bumbu atau rempah lainnya seperti bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, salam, gula, atau cuka selain garam.

  • Untuk makanan camilan pilihlah kacang, biskuit, dan makanan camilan lainnya yang tidak mengandung banyak garam.

  • Hindarilah penggunaan saus tomat, terasi, petis, MSG, tauco pada makanan yang akan Anda konsumsi

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan. Semoga penjelasan kami dapat mencerahkan. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar