Sukses

Mual dan Perut Perih Saat Hamil Muda

05 Oct 2015, 21:01 WIB
Wanita, 28 tahun.

Selamat siang dok, sya ibu rumh tangga berusia 28 thn alhmd skrng saya sdang hamil muda dngan usia kndungan 10w, yg ingin sya konsultasikn sya mngalami mual yg parah apkah ini normal? Perut terasa perih sangat apkah ini normal jga? apkah sya hrus mnum obat atau gmna ya dok? Sblumnya sya ucpkan trimaksih dok

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Keluhan yang berasal dari pencernaan seperti yang Anda keluhkan seringkali dirasakan saat kehamilan. Sebelum menjawab pertanyaan Anda, perhatikan terlebih dahulu keluhan yang dirasakan. Pada bagian perut mana Anda merasakan perih, dan seperti apakah perih yang Anda rasakan? Jika Anda merasakan perih pada perut sisi kiri atas dan perih yang dirasakan seperti ditusuk, kemungkinan besar penyebabnya berasal dari lambung.

Perut perih, mual, rasa tidak nyaman, kembung, mual hingga muntah adalah kumpulan gejala yang termasuk dalam sindrom dispepsia. Dispepsia dalam kehamilan disebabkan karena adanya refluks /aliran balik dari cairan asam yang berasal dari lambung menuju esofagus. Lapisan pada esofagus biasanya dapat mengatasi cairan asam tersebut dalam jumlah wajar, namun jika terlalu banyak dapat menimbulkan peradangan pada lapisan tersebut sehingga pada akhirnya timbulah gejala-gejala dispepsia.

Adanya tautan yang terdapat diantara lambung dan esofagus (sphincter esofagus) dapat mencegah kejadian refluks asam lambung. Namun pada kehamilan, karena adanya peningkatan kadar hormon tertentu dapat menyebabkam sphincter tersebut menjadi lebih longgar sehingga dan kejadian refluks asam lambung menjadi sulit dicegah. Selain itu, ukuran bayi yang besar dapat meningkatkan tekanan dalam perut. Salah satu atau kedua fakta tersebut  dapat memicu timbulnya sindrom dispepsia. 

Sebelum mengatasinya dengan obat-obatan, perhatikanlah gaya hidup Anda. 

  • Hindari makanan yang pedas dan merangsang;seperti cokelat, minuman alkohol, minuman panas, kopi. 
  • Makanlah dalam porsi kecil namun sering
  • Berhenti merokok jika Anda seorang perokok
  • Perbaiki posisi duduk, jika Anda cenderung membungkuk, hal tersebut dapat memicu terjadinya refluks asam lambung
  • Jika Anda sering merasakan gejala saat tidur malam hari, sebaiknya Anda berhenti makan dan minum paling tidak 3 jam sebelum tidur.
  • Stop obat-obatan yang dikonsumsi selama kehamilan yang mungkin menyebabkan timbul gejala. 

Jika perubahan gaya hidup tidak membantu, maka pertimbangkanlah obat yang dapat meredakan gejala. Golongan obat Antasid yang dijual sebagai obat maag di pasaran terbukti aman untuk digunakan oleh wanita hamil. Konsumsi Antasid bekerja berlawanan dengan suplemen tablet besi, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan. Konsumsi Antasid paling tidak dua jam sebelum atau sesudah konsumsi tablet besi.

Sedangkan jika gejala menetap, dokter dapat meresepkan golongan obat Ranitidine yang juga aman dikonsumsi ibu hamil.

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar