Sukses

Mengenai Selaput Dara

23 Sep 2015, 00:13 WIB
Wanita, 19 tahun.

Dok,skitar 1 thn yg lalu misV sy mngeluarkn drah, tp tdk trllu bnyk,sblmnya sy main speda sy brhnti mnddak saat itu shingga misV sy trkena besi yg d dbwh jok.misV sy trasa ngilu,pas kncing smpet aga perih ktika mw mmbrsihkn.sy pkir drah haid tp bsoknya tdk brdrah lg.sy hobi brspeda ktka msh skolah&aktf dlm kgiatan olahrga bela diri,sy bc d artikel kmungkinan selaput dara sy koyak akibt kgiatn2 itu.tp kn kjadian brdrah itu trjd saat sy sdh lepas skolh,dl wkt msh skolh sy g prnh ada mslh apa2 dok. pertanyaan sy : 1.apakh selaput dara sy tlah koyak dok&apakh itu darah dr selaput dara sy apa bkn. 2.apakah ktika nnt sy mlakukn hbungn bdan misV sy msh bs brdarah atau tdk dok gara2 kjdian ini. 3.apakh btul ukurn Mr.P laki2 yg pndek kdang tdk smpai utk mnembus selaput dara shingga misV tdk kluar darah saat hubungn intim prtma kali. Mohon djwb dok,Sblmnya trimaksih dok.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter. 

Selaput dara atau di dalam dunia medis dikenal dengan nama hymen adalah selaput membran mukosa yang berada di depan liang vagina. Pada wanita muda, hymen cenderung tipis sehingga mudah robek. Robekan dapat disebabkan karena hubungan seksual atau non-seksual (berolahraga, berkuda, bersepeda, senam, kecelakaan).

Selaput dara yang sudah robek besar umumnya memang tidak dapat kembali pulih karena minimnya vaskularisasi atau perdarahan di daerah selaput tersebut. Apabila sobeknya hanya sedikit maka ada kemungkinan untuk kembali seperti semula. Akan lebih tepat untuk dilakukan penilaian dengan pemeriksaan oleh dokter. 

Selanjutnya, perlu diketahui bahwa keperawanan tidak perlu dibuktikan dengan perdarahan di malam pertama. Hymen memiliki berbagai bentuk dan pada bentuk yang elastis mungkin saja hymen tidak robek dan mengalami perdarahan ketika melakukan hubungan intim. 

Belum ada studi yang meneliti ukuran penis rata-rata orang Indonesia, namun umumnya tidak jauh berbeda dengan ukuran penis yang ditemukan pada satu wilayah regional Asia, yaitu 8-11 cm saat tidak ereksi dan 12-14 cm saat ereksi dengan diameter rata-rata sekitar 3,2 cm. Penis dianggap kecil (abnormal) jika panjangnya kurang dari 7,6 cm saat mengalami ereksi (mikropenis). Jadi, secara normal, ukuran penis saat tidak ereksi memang lebih pendek. Namun, pada orang yang lebih gemuk dapat secara semu terlihat ukuran penisnya terbenam karena lemak di daerah perut dan selangkangan. Penis pendek tidak mempengaruhi proses pembuahan dan kesuburan seseorang.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar