Sukses

Keluar Darah Pasca Berhubungan Seksual

09 Feb 2015, 15:56 WIB
Wanita, 29 tahun.

dok mau tanya, akhir2 ini badan saya sering sakit kayak orang mau mens tp ga mens-mens, malah kalo habis ml saya keluar darah. kira2 kenapa ya dok terima kasih sebelumnya

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter Klikdokter.com,

Kami memahami kekhawatiran Anda. Apakah banyak jumlah darah yang keluar? Adakah disertai rasa nyeri/ perih? Bila jawabannya Ya, maka kemungkinan darah yang keluar ini ada kaitannya dengan iritasi yang terjadi di bagian vagina akibat kurangnya pelumasan daerah vagina (pemanasan/ foreplay yang terlalu singkat). Perhatikan bahwa adakah kebiasaan keluarnya darah diluar periode mens? Adakah nyeri saat berhubungan seksual? Adakah keputihan yang berbau dan berjumlah cukup banyak?

Sedangkan siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, dengan lama keluarnya darah haid berlangsung selama 2-8 hari. 

Haid yang tidak teratur biasanya terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan hormonal. Gangguan hormon sering terjadi pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama ataupun beberapa tahun menjelang terjadinya menopause. Pada masa-masa itu merupakan variasi normal yang terjadi karena kurang baiknya koordinasi hormonal pada awal terjadinya menstruasi pertama dan menjelang terjadinya menopause, sehingga timbul gangguan keseimbaangan hormon dalam tubuh. Disamping itu, haid yang tidak teratur dapat juga terjadi pada :

  • Stress dan depresi: penyebab ini umumnya menyerang wanita muda 

  • Gangguan indung telur, misal : Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS)

  •  Sakit kronik

  •  Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)

  •  Penurunan berat badan berlebihan

  •  Olahraga berlebihan, misal atlit

  •  Adanya tumor yang melepaskan hormon

  •  Adanya kelainan pada struktur rahim atau serviks yang menghambat pengeluaran darah menstruasi

  •  Penggunaan obat-obatan tertentu, dsb

Pengobatan yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Untuk memastikan penyebabnya, maka pemeriksaan secara langsung oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan harus dilakukan.

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar