Sukses

Terapi Hepatitis B dan C

24 Feb 2015, 09:35 WIB
Wanita, 19 tahun.

Dok, kedua orang tua saya mengidap virus hepatitis B dan C. Waktu saya baru lahir saya di imunisasi hepatitis B dan itu 15 tahun yang lalu. Saya ingin tanya, karena kemungkinan saya tertular itu ada saya ingin jaga-jaga. Apakah ada obat yang bisa benar-benar menyembuhkan virus tersebut? Karena om saya yang tinggal di canada bilang ada penemuan baru disana..

dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

Hepatitis (radang pada hati) B  adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB), yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati. Hepatitis B merupakan penyakit hepatitis yang paling sering terjadi yang jarang diketahui orang awam, padahal virus ini lebih infeksius 100 kali daripada HIV.  Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, hal ini dapat terjadi pada keadaan;

  • Kontak langsung darah dengan darah
  • Hubungan seksual yang tidak aman
  • Penggunaan jarum suntik tidak sterilTertusuk jarum suntik yang terinfeksi
  • Jarum yang terkontaminasi yang digunakan untuk membuat tatto, akupuntur, body piercing
  • Pada saat kehamilan – penularan dari ibu-janin pada proses melahirkan
  • Penggunaan pisau cukur bersama
  • Tranfusi darah

Sekitar sepertiga kasus dari penderita hepatitis B dapat tidak mengalami gejala sama sekali. Sisanya, penderita hepatitis B dapat mengalami beberapa gejala seperti penyakit flu, disertai dengan badan leas dan nyeri, sakit kepala, demam, nafsu makan menurun, diare, badan terlihat kuning (ikterik), mual dan muntah.

Anda perlu mengecek imunitas tubuh Anda terhadap hepatitis B terlebih dahulu dengan memeriksa kadar HbSAg dan anti HbS Anda. Jika kekebalan yang Anda dapat dari imunisasi dahulu sudah menghilang/menurun, tetapi Anda tidak terinfeksi hepatitis B, dapat dilakukan vaksinasi ulangan (booster) satu kali suntik.

Pengobatan untuk hepatitis B kronik mencakup pemberian antiviral sepertilamivudine dan interferon alpha. Namun, sebelum diberikan pengobatan, diperlukan pemeriksaan serologi hepatitis B yang lengkap, misalnya kadar HbeAg dan HBV-DNA serta fungsi hati (SGPT dan SPOT). Hal tersebut bertujuan untuk menilai apakah terdapat indikasi untuk diberikan terapi antiviral, dan untuk memantau perkembangan penyakit setelah diberikan obat.

Penularan virus hepatitis C sama dengan hepatitis B.

Pengobatan untuk hepatitis C bergantung dari hasil pemeriksaan laboratorium dan timbulnya gejala pada pasien. Pengobatan yang bisa dilakukan adalah penggunaan obat antivirus spektrum luas yaitu kombinasi injeksi interferon alfa dengan obat oral (diminum) ribavirin dua kali sehari.  Obat ini digunakan selama 1 sampai 2 bulan bergantung dari jenis VHC. Hal ini diperkuat oleh penelitian yang diterbitkan oleh New England Hournal Medicine 2001. Transplantasi hati dilakukan pada orang dengan gangguan hati yang sudah stadium akhir. Terapi ini belum terlalu berkembang di Indonesia, hal ini disebabkan oleh kurang nya donor organ.

Di dalam jurnal yang sama juga diterangkan mengenai pegylated interferon yaitu interferon alfa dengan waktu paruh yang lebih panjang sehingga durasi aktivitas pengobatan lebih panjang sehingga hanya diberikan satu kali seminggu. Peginterferon alfa sudah disetujui oleh Food and Drug Administration. Kombinasi dengan ribavirin akan semakin meningkatkan potensinya sebagai antivirus.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar