Sukses

Suami Kurang Bergairah

13 Feb 2015, 16:34 WIB
Wanita, 29 tahun.

Halo Dok, Saya ingin konsultasi mengenai suami saya yang sepertinya tidak bergairah untuk berhubungan intim. Sekarang usia saya 29tahun dan suami 35tahun. Kami sudah menikah 2tahun, namun dari awal menikah suami sepertinya tidak bergairah melakukan seks. Dalam 1bulan kami hanya melakukan hubungan intim 3-4x saja saat saya sedang masa subur. Itupun harus saya yang berinisiatif memulai dan langsung ke tujuan (tidak ada foreplay). Kadang punya suami lama/susah sekali untuk ereksi walaupun kami sudah menonton blue film bersama atau saya rangsang. Kalaupun ereksi tidak bisa bertahan lama, jadi seringkali suami onani dulu sampai ereksi lalu buru-buru dimasukkan ke saya. Padahal saat pacaran dulu, sepertinya dia lebih bergairah. Saat saya tanyakan apakah dia punya selingkuhan katanya tidak. Setelah saya tanya lebih lanjut baru dia jujur kalau dia lebih merasakan kenikmatan seks jika dia beronani sambil melihat/menonton porno. Sedang jika melakukan hubungan dengan saya, dia tidak merasa hot atau terangsang. Katanya payudara saya kurang besar dan badan saya tidak seksi. Jujur saya jadi sakit hati, namun saya tetap ingin mempertahankan pernikahan saya. Apa yang bisa saya/suami lakukan untuk mengatasi masalah ini Dok? Amankah jika saya memberikan obat perangsang untuk suami? Jika harus memakai tenaga medis, ke dokter spesialis apakah yang bisa membantu kami (psikologi, andrologi atau seksologi?) Mohon bantuannya Dok. Thanks.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran Anda. Apakah Anda sudah memiliki buah hati saat ini? Apakah Anda pernah menanyakan alasannya kepada suami? Bagaimana hubungan dan komunikasi Anda dengan suami?

Berdasarkan informasi yang anda berikan, saya menduga saat ini anda sedang mengalami suatu gangguan/disfungsi seksual. Gangguan ini dibagi menjadi 7 kategori sesuai fasenya dalam siklus seksual, yaitu:

1. gangguan hasrat seksual
2. gangguan rangsangan seksual
3. gangguan orgasme
4. gangguan nyeri seksual
5. disfungsi seksual akibat kondisi medis umum
6. disfungsi seksual akibat dari zat dan disfungsi seksual dari keadaan yang tidak dapat ditentukan.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya gangguan tersebut di atas, diantaranya adalah faktor psikologis, medis, dan kebiasaan tertentu, bergantung pada kategori gangguannya.

Disfungsi seksual seperti yang suami Anda alami saat ini dapat merupakan gejala akibat adanya masalah biologis ataupun masalah psikogenik atau kombinasi dari kedua faktor tersebut. Pengaruh dari stres baik psikis maupun lingkungan dapat menjadi hal yang sangat berpengaruh dalam menimbulkan disfungsi seksual. Adanya gangguan dalam menimbulkan hasrat seksual dapat terjadi akibat tidak adanya fantasi seksual, tidak adanya hasrat untuk melakukan aktivitas seksual, atau disebabkan oleh keengganan untuk kontak seksual genital terhadap pasangan seksualnya. Sementara adanya gangguan dalam ereksi dapat disebabkan karena adanya pikiran yang membebani diri (seperti kecemasan, rasa bersalah, ketakutan, dan lainnya), adanya masalah fisik (nyeri saat melakukan aktivitas seksual) ataupun adanya masalah hormonal.

Hubungan seks yang dianjurkan adalah 2-3x seminggu. Sebab jika dilakukan terlalu sering akan mengganggu kualitas sperma dan beban kerja prostat akan berlebih. Sperma sendiri juga diproduksi setiap 3 hari sekali. Sehingga jika dilakukan setiap hari, maka cairan sperma yang diproduksi tidak optimal. Selain baik untuk mempererat hubungan antara suami istri, seks juga baik untuk kesehatan.

Hubungan seksual memiliki beberapa tahapan, dimulai dari foreplay, dilanjutkan dengan penetrasi, dan diakhiri dengan orgasme atau ejakulasi. Pertanyaannya adalah: apakah foreplay atau pemanasan Anda dan suami sudah cukup untuk merangsang Anda? Apabila foreplay yang dilakukan belum adekuat, maka perbaikilah dengan memperpanjang foreplay dan meningkatkan rangsangan di titik peka Anda.

Kami sarankan Anda juga menjalin komunikasi yang lebih intens dengan suami, mungkin dengan begitu suami akan lebih terbuka. Karena banyaknya kemungkinan peyebab disfungsi seksual, kami sarankan Anda dan pasangan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi untuk mencari tahu penyebab pasti dan terapi lebih lanjut jika dibutuhkan. Jika karena masalah psikologi maka lebih baik berkonsultasi dengan dokter spesialis psikiatri.

Kami menyertakan artikel dan rubrik khusus kami yang mungkin dapat membantu anda dan pasangan :

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat. (DK)

Salam,

Redaksi Klikdokter

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar