Sukses

BAB pada Bayi

12 Feb 2015, 15:53 WIB
Pria, 32 tahun.

Slmt siang,Dok. Mau bertanya kalau bayi umur 2 bulan asupan ASI dan Susu Formula itu normal BAB nya berapa kali ya per hari? Sudah 2 hari belum BAB bayi saya. Mhn infonya,Dok. Thx. BR, Felix

Terima kasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan saat ini. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB. Bagaimana dengan frekuensi minum ASI dan susu formula anak Anda? 

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Beberapa kemungkinan penyebab timbulnya kesulitan buang air besar pada bayi antara lain :

  • Pada umumnya, kesulitan buang air besar terjadi pada bayi yang pertama kali diberikan susu formula atau makanan pendamping atau dalam kata lain bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat.
  • Kemungkinan berikutnya adalah pembuatan susu formula yang terlalu pekat atau kental. Untuk mengatasinya, Anda dapat memberikan lebih banyak cairan dan mengencerkan susu yang diminumnya.
  • Kurang asupan serat seperti buah-buahan dan sayuran
  • Kurang minum
  • Penurunan frekuensi BAB pada bayi juga seringkali terjadi akibat gangguan fungsional, misalnya akibat bayi menahan keinginan BAB karena pernah merasa kesakitan akibat feses atau tinja yang keras.
  • Frekuensi BAB yang menurun pada bayi dapat juga terjadi karena bayi masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada bayi anda, Anda tidak perlu khawatir karena bayi akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar
  • Kelainan organik seperti penyempitan rektum (bagian usus yang dekat dengan anus), dll.

Anda dapat mencoba meningkatkan frekuensi minum ASI pada anak Anda. Yang perlu Anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada bayi Anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada bayi Anda, kami sarankan sebaiknya Anda segera membawa bayi Anda ke dokter spesialis anak Anda.

Beriku kami lampirkan beberapa artikel untuk menambah informasi Anda :

Manfaat Air Susu Ibu (5 Juli 2010)

ASI Tidak Keluar, Bagaimana?

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat ,

    0 Komentar

    Belum ada komentar