Sukses

Penjelasan Mengenai Kehamilan Kembar

12 Feb 2015, 15:01 WIB
Pria, 25 tahun.

dok, bagaimana penjelasan kehamilan kembar? dan apakah ada cara agar memperoleh kehamilan kembar?tks

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Perlu diketahui beberapa faktor yang mempengaruhi prevalensi kehamilan kembar. Kehamilan kembar adalah kehamilan dengan 2 janin atau lebih. Sesorang yang mengalami kehamilan kembar seringkali tidak hanya dipengaruhi oleh faktor genetik, namun juga dapat diperoleh dari fertilisasi secara in vitro. Sayangnya tidak ada trik khusus yang menjamin Anda akan memiliki anak kembar, ditinjau dari cara berhubungan atau menu makanan. 

Bagaimana kehamilan kembar terbentuk?

Kembar fraternal, yaitu salah satu jenis yang tersering, terjadi ketika dua sel telur yang berbeda dibuahi oleh dua sperma yang berbeda. Masing-masing janin memiliki plasenta dan kantung amnion sendiri. Secara genetis, mereka tak ubahnya bagai saudara kandung saja. Sedangkan kembar identik terjadi ketika satu sel telur yang telah dibuahi terpisah dan berkembang menjadi 2 janin yang berbeda. Kembar identik mungkin berbagi plasenta yang sama namun kantung amnionnya berbeda. Secara genetis, kedua bayi tersebut identik. Sedangkan pada kehamilan kembar 3 atau lebih dapat berupa kembar fraternal, identik atau kombinasi keduanya.

Adapun faktor yang mempengaruhi antara lain:

  1. Bangsa-bangsa Afrika memiliki frekuensi kehamilan kembar lebih tinggi dari kulit putih
  2. Faktor keturunan kembar (keturunan kembar dari pihak bapak tidak meningkatkan kemungkinan kehamilan kembar)
  3. Umur; semakin tinggi umur semakin tinggi frekuensinya (> 35 tahun), setelah umur 40 tahun frekuensi kehamilan kembar menurun lagi
  4. Paritas (angka kehamilan) ibu; frekuensi kehamilan kembar meningkat sesuai dengan paritas ibu
  5. Waktu; kemungkinan kehamilan kembar meningkat sesaat setelah penghentian kontrasepsi pil
  6. Terapi infertilitas; baik menggunakan obat peningkat kesuburan ataupun In Vitro Fertilization  (bayi tabung). Obat-obatan dapat merangsang indung telur untuk mengeluarkan telur lebih dari satu yang dapat dibuahi pada waktu yang sama. IVF adalah prosedur memasukkan embrio multipel ke dalam rahim untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan. Sekitar 25-30% kehamilan dari IVF adalah kembar, 5% triplet (kembar 3), dan <1% adalah kuadriplet (kembar 4) atau lebih

 

Kehamilan kembar dengan metode bayi tabung lebih besar kemungkinannya dibandingkan secara alami (dengan riwayat keturunan). Obat kesuburan dapat digunakan namun tidak terdapat jaminan keberhasilan atau kemungkinan berhasilnya kecil. Kemungkinan terbesar untuk mendapatkan bayi kembar adalah menggunakan metode In Vitro Fertilization  atau bayi tabung.

Apa yang harus saya ketahui jika mengalami kehamilan kembar?

  1. Periksakan kehamilan Anda lebih rutin. Anda perlu memeriksakan kehamilan lebih rutin untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan bayi Anda, monitor kesehatan Anda dan memperhatikan tanda-tanda persalinan preterm (persalinan yang terjadi pada usia kehamilan 20-37 minggu).
  2. Nutrisi. Anda perlu memperoleh asam folatkalsium, zat besi, protein dan nutrisi esensial lebih banyak. Konsultasikan dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda terkait hal ini.
  3. Berat badan. Pertambahan berat badan yang sesuai dapat memdukung kesehatan bayi Anda. Pada kehamilan kembar, penambahan berat badan yang direkomendasikan adalah 17-25 kg untuk wanita yang memiliki berat badan ideal sebelum kehamilan, hal ini berarti dengan memperoleh penambahan ekstra 600 kalori.
  4. Perhatian khusus. Tanyakan kepada dokter Anda apakah Anda perlu membatasi aktivitas seperti: pekerjaan, berpelesir dan aktivitas fisik, seiring dengan kehamilan Anda.

Anda dapat berkonsultasi ke klinik-klinik fertilitas/kesuburan yang terdapat di rumah sakit dengan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait pemeriksaan fisik, riwayat medis, dan penunjang yang diperlukan.

Untuk melengkapi informasi seputar kehamilan, berikut artikel yang dapat Anda baca :

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter 

0 Komentar

Belum ada komentar