Sukses

Seputar Kesehatan Ibu Hamil

04 Oct 2015, 09:54 WIB
Wanita, 20 tahun.

slmt pagi dok, saat ini saya sudah hamil 20w, hpht 18 september. pada kehamilan 4 bulan saya mengalami influenza, gejala yang saya rasakan kadang2 saya merasa pusing dan sakit di area sekitar panggul. yang saya tanyakan : 1. Perut saya sering terasa berat di bagian bawah dan terasa agak pegal di punggung, apakah itu normal dan apa penyebabnya? ? 2. apa efek bgi janin jika saya merasa stress sampai sering menangis ? 3.dari awal hamil 48 kg sampai sekarang saya naik 4,5 kg, berapa sebaiknya berat ideal saya sampai 9 bulan nanti? 4. bagaimana cara mengoptimalkan perkembangan janin pada TM2 ini sampai 9 bulan nanti? Sebelumnya trimakasih dok atas jawabannya.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Kami akan menjawab pertanyaaan Anda satu-persatu.

1. Perut saya sering terasa berat di bagian bawah dan terasa agak pegal di punggung, apakah itu normal dan apa penyebabnya?

Nyeri pinggang dan nyeri perut pada wanita hamil berkaitan dengan peningkatan berat badan akibat pembesaran rahim.  Selain itu, peregangan dari jaringan yang menahan rahim (akibat rahim yang membesar) juga dapat menyebabkan nyeri ini.

Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri pinggang dan nyeri punggung pada wanita hamil diantaranya :

  • Pakailah sepatu berhak rendah (tapi tidak datar)

  • Hindari mengangkat benda berat

  • Lakukan posisi berjongkok ketika mengambil barang yang terjatuh dibandingkan dengan posisi membungkuk

  • Jangan berdiri terlalu lama, bila harus berdiri dalam waktu lama maka letakkan salah satu kaki di atas kotak kecil di bawah

  • Duduk di kursi yang memiliki penahan punggung yang baik, atau tempatkan bantal kecil dibelakang punggung dan letakkan kaki diatas kotak kecil di bawah

  • Tidur pada sisi kiri atau kanan dengan menggunakan guling diantara kedua tungkai untuk penahan

  • Berikan sebotol air panas dan usapkan atau mandi dengan air panas atau dipijat

  • Lakukan olahraga untuk memperkuat otot punggung dan pinggang

  • Berdiri dalam posisi yang benar. Berdiri tegak akan meredakan peregangan punggung dan pinggang

  • Hubungi tenaga kesehatan apabila mengalami nyeri punggung bagian bawah yang menjalar ke perut dan tidak membaik dengan perubahan posisi atau istirahat selama 1 jam. Hal ini mungkin merupakan tanda-tanda bersalin dini

Bila sudah mencoba tips-tips diatas tetapi keluhan dirasa tidak berkurang atau semakin bertambah nyeri sebaiknya Anda memeriksakan ke dokter untuk menyingirkan penyebab lainnya seperti infeksi saluran kemih, batu ginjal, dsb. 

2. apa efek bgi janin jika saya merasa stress sampai sering menangis ?

Perubahan kondisi psikologis pada ibu hamil sangat sulit ditebak dan tidak selalu sama terjadinya pada setiap ibu hamil ataupun pada setiap kehamilan. Terjadinya stres bisa ditandai dengan peningkatan detak jantung dan peningkatan hormon pemicu stres. Perlu diketahui bahwa setiap detak jantung ibu tentu dapat dirasakan pula oleh janin. Oleh karena itu, jika ibu sering mengalami stres, maka detak jantung semakin meningkat. Detak jantung yang semakin keras dapat mempengaruhi gerakan pada janin. Hal ini akan mengakibatkan janin akan lebih aktif bergerak-gerak di dalam rahim.

Selain detak jantung meningkat, hormon pemicu stres pun ikut meningkat. Peningkatan itu dapat mempengaruhi kondisi dari si ibu, seperti ibu kurang tidur, nafsu makan terganggu, cemas dan lain-lain.

Ibu hamil yang kurang waktu tidurnya akan mempengaruhi kondisi kesehatan dan kebugaran tubuh. Karena waktu untuk beristirahat pun berkurang. Dan apabila stres yang muncul mempengaruhi nafsu makan ibu yang berkurang, akibatnya bisa berbahaya. Pasokan makanan bergizi yang dibutuhkan oleh ibu dan janin tentu berkurang pula. Karena pasokan makanan bergizi kurang, maka dikhawatirkan pertumbuhan janin akan terganggu.

Dalam aspek masa perkembangan kehamilan, stres pada ibu hamil dapat dibagi dalam tiga tahapan:

1. Tahap pertama adalah pada triwulan pertama. (Masa kehamilan 0-3 bulan)
Dalam kurun waktu tersebut, biasanya ibu belum terbiasa dengan keadaannya, di mana adanya perubahan hormon yang mempengaruhi kejiwaan ibu, acapkali timbul perasaan sering merasa kesal atau sedih yang berlebihan. Disamping itu, ibu hamil pada masa triwulan pertama banyak juga yang mengalami mual-mual di pagi hari yang mengakibatkan stres dan gelisah.

2. Tahap kedua saat triwulan kedua. (Masa kehamilan 4-6 bulan)
Dalam kurun waktu ini, biasanya ibu sudah merasa sedikit tenang, karena telah teradaptasi dengan keadaan. Pada tahap ini, ibu hamil umumnya sudah dapat melakukan aktivitas, termasuk aktivitas hubungan suami istri.

3. Tahap ketiga yakni trimester ketiga. (Masa kehamilan 7-12 bulan)
Stres pada ibu hamil akan meningkat kembali. Hal ini terjadi karena terpicu oleh kondisi kehamilan yang semakin membesar. Kondisi ini tidak jarang memunculkan masalah seperti posisi tidur yang kurang nyaman dan mudah terserang rasa lelah. 
Ditambah lagi semakin bertambah dekatnya waktu persalinan pun akan membuat tingkat stres ibu semakin tinggi. Perasaan cemas muncul bisa dikarenakan si ibu memikirkan proses melahirkan serta kondisi bayi yang akan dilahirkan.

Adapun kiat-kiat mengatasi stress pada masa kehamilan antara lain:

  1. Carilah penyebab stres
    Cobalah untuk mencari tahu apakah penyebab stres Anda. Apakah berkaitan dengan hubungan personal atau berhubungan dengan pekerjaan Anda atau lainnya dan carilah jalan yang efektif untuk dapat mengatasi dan menghadapinya.

  1. Diet makan yang sehat & baik
    Bila kita sehat dan dalam kondisi prima, kita akan dapat mengatasi stres dengan cara lebih baik. Untuk itu, Anda harus tetap menjaga diet makanan yang sehat, istirahat yang cukup dan lakukanlah olahraga teratur yang akan membantu Anda untuk tetap fit.

  1. Berolahragalah
    Jelas sekali, untuk aktivitas yang satu ini, walaupun kondisi Anda sedang tidak hamil pun olahraga sangat dianjurkan untuk dilakukan secara rutin demi kesehatan tubuh dan jiwa. Namun porsi olahraga yang ada pun disesuaikan dengan kondisi kehamilan sang calon ibu.

  1. Kurangi kebiasaan buruk
    Dalam hal ini, acapkali ketika dalam kondisi depresi jiwa seolah membutuhkan 'obat instant' yang mampu menghilangkan rasa stress yang ada. Seringkali timbul beberapa kebiasaan buruk seperti merokok, minum minuman keras, dan lain sebagainya.

    Hendaknya hal ini mulai dihilangkan. Gantikan dengan aktifitas yang lebih berguna, seperti berolahraga, bernyanyi , mengunyah permen karet, makan buah, adakan momen berbagi dengan sahabat atau pasangan, atau aktifitas apapun yang bisa dilakukan guna mengalihkan keinginan yang dapat membahayakan bayi dalam kandungan.

  1. Libatkan diri dalam aktivitas sosial
    Bergabunglah dengan perkumpulan sosial dengan ibu-ibu hamil. Ikutilah aktivitas meditasi, yoga dan terapi pijatan yang mampu membantu mengurangi ketegangan pada otot-otot Anda. Dengan adanya proses tujuan relaksasi tersebut maka akan dapat menurunkan hormon stres dan memperlambat detak jantung lebih berirama.

  1. Istirahat yang cukup dan nyaman
    Pastikan waktu istirahat cukup. Kondisikan tempat anda beristirahat adalah tempat yang menyamankan anda. Cobalah untuk berbaring pada satu sisi (sisi kiri dianjurkan) sambil dengarkan musik yang lembut, bayangkan diri Anda di tempat yang disukai misalnya di pantai, di taman dan sebagainya.

  1. Konsultasikan dengan dokter
    Utarakan keluhan kesehatan Anda. Komunikasikan dengan tanpa keraguan dan malu. Dokterlah yang memiliki kompetensi menilai apakah Anda memerlukan pengobatan atau tidak. Lakukan secara berkala tetap. Sehingga hal indikator sesepele apapun dapat terdeteksi sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan secepat dan sebaik mungkin.


3. dari awal hamil 48 kg sampai sekarang saya naik 4,5 kg, berapa sebaiknya berat ideal saya sampai 9 bulan nanti?

Menurut Institute of Medicines (IOM) Amerika Serikat, anjuran kenaikan berat badan dilihat berdasarkan kondisi status gizi wanita tersebut sebelum hamil.

  • Apabila sebelum hamil memiliki status gizi berat badan kurang ( IMT < 18.5 kg/m2) maka kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 12.5-18 kg
  • Apabila sebelum hamil memiliki status gizi berat badan normal ( IMT 18.5 kg/m2-24.9 kg/m2) maka kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah sekitar 11.5-16 kg
  • Apabila sebelum hamil memilki status berat badan berlebih (IMT 25 kg/m2-29.9 kg/m2) maka kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 7-11.5 kg
  • Apabila sebelum hamil memiliki status gizi berat badan sangat berlebih (IMT >30 kg/m2) maka kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 5-9 kg.

4. bagaimana cara mengoptimalkan perkembangan janin pada TM2 ini sampai 9 bulan nanti?

Untuk menjaga agar kehamilan berjalan dengan lancar maka perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Pemeriksaan Kehamilan (Antenatal Care)

Pemeriksaan kehamilan (antenatal care) sejatinya direkomendasikan untuk dilakukan minimal 4 kali, yaitu :

Semakin dekat dengan waktu kelahiran semakin sering seorang ibu harus mengikuti memeriksakan diri ke Dokter, dan frekuensi ini dapat ditambah apabila terdapat komplikasi atau gangguan di masa kehamilan.

Frekuensi pemeriksaan kehamilan ini diatur sedemikian rupa untuk mengetahui beberapa hal sebagai berikut :

  • memantau kondisi ibu
  • memantau kondisi janin, termasuk posisi, detak jantung dan adanya kelainan fisik 
  • memperkirakan cara persalinan agar tenaga kesehatan dapat terus memantau kondisi kandungan ibu.

Pemeriksaan kehamilan juga sangat bermanfaat untuk edukasi ibu hamil, karena tenaga kesehatan akan memberikan informasi dan kiat menjaga kehamilan serta kebutuhan vaksinasi. Rangkaian pemeriksaan dan persiapan kelahiran ini dilakukan semata-mata untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

2. Asupan Gizi

Wanita hamil harus benar-benar memperhatikan setiap jenis makanan dan obat-obatan yang dikonsumsi. Hal ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan gizinya tercukupi dengan baik dan menghindari beberapa makanan yang dapat menyebabkan masalah pada janin. Penting untuk diingat bahwa setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu hamil dapat mempengaruhi kesehatan dan perkembangan janin.

Pemberian suplemen seperti vitamin dan susu ibu hamil adalah untuk membantu memenuhi kebutuhan zat-zat gizi yang diperlukan ibu dan perkembangan janin. Pada prinsipnya adalah Anda perlu mendapat asupan nutrisi yang cukup selama kehamilan. Cara terbaik adalah dengan mengkonsumsi makanan yang seimbang, terdiri dari sumber karbohidrat (nasi, roti, ubi), protein (ikan, daging, kacang-kacangan), lemak (minyak, lemak daging, santan), sayur-sayuran, dan buah-buahan.

Suplemen yang diperlukan dapat diperoleh dari tablet multivitamin khusus untuk ibu hamil berdasarkan usia kehamilan adalah : 

  • Untuk trimester pertama, Anda perlu asupan asam folat yang cukup untuk perkembangan saraf janin. Asam folat dapat mengurangi risiko memiliki bayi dengan defek pada otak dan sumsung tulang belakangnya, disebut neural tube. Defek neural tube yang paling umum adalah spina bifida yaitu keadaan dimana tulang belakangnya tidak tertutup. Risiko dari spina bifida adalah kelumpuhan, inkontinensia, dan kadang retardasi mental. Asam folat , zat vitamin yang dapat ditemukan pada sayuran berdaun hijau, sereal, buah-buahan seperti jeruk, anggur, dan buahan sitrus lainnya. Dosis yang dianjurkan adalah 400 mikrogram perhari.

  • Untuk trimester kedua dan ketiga, Anda perlu asupan Calcium dan Ferrum (zat besi) yang cukup. Banyak terkandung dalam daging, ikan, telur, produk whole-grain, dan sayur mayor.Suplementasi kalsium dapat mencegah kehilangan densitas tulang ibu hamil karena janin menggunakan kalsium tersebut untuk pertumbuhan tulangnya sendiri. Sedangkan suplementasi zat besi diperlukan untuk ibu dan janinnya dalam fungsinya membawa oksigen dalam darah oleh sel darah merah. Dosis kalsium yang dianjurkan adalah 200 - 300 mg sehari, dan zat besi 30 mg

Berikut ini adalah daftar makanan yang sebaiknya dihindari saat hamil:

  1. Makanan mentah atau setengah matang : Mengkonsumsi sushi, sashimi, daging mentah, sosis, daging cincang, kerang mentah, telur berisiko terkena toksoplasmosis.
  2. Keju lunak : Keju lunak dibuat dari keju yang tidak dipasteurisasi dan dapat menyebabkan infeksi bakteri Listeria yang berbahaya bagi ibu dan janin. 
  3. Makanan laut yang mengandung merkuri : Makanan laut merupakan sumber protein dan omega-3 yang sangat baik, namun ada beberapa yang berpotensi bahaya karena mengandung merkuri. Ikan yang berukuran besar biasanya memiliki kandungan merkuri lebih banyak. Food and Drug Association menyarankan untuk tidak mengkonsumsi ikan hiu, makarel, ikan todak, tuna, marlin,tilefish, dan swordfish. Namun bukan berarti ibu hamil membatasi makan ikan yang terpenting adalah memilih jenis ikan.
  4. Buah dan Sayuran yang Tidak Dicuci : Cucilah semua buah dan sayur yang akan dikonsumsi untuk mengeliminasi bakteri dan parasit berbahaya (listeria dan toksoplasma).
  5. Kafein : Kopi, teh, soft drink, minuman berenergi dapat meningkatkan risiko keguguran dan berat badan bayi rendah. Penelitian ini masih kontroversi, namun konsumsi kafein sebaiknya dibatasi tidak melebihi 200 mg/hari.
  6. Alkohol : Konsumsi alkohol saat hamil dapat menyebabkan cacat kongenital, kelainan jantung, dan retardasi mental pada janin. Tidak ada dosis alkohol yang terbukti aman dikonsumsi saat hamil. Cara terbaik adalah tidak mengkonsumsinya sama sekali.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar