Sukses

Nyeri Saat Berhubungan dan Keputihan = Kanker Seviks?

05 Feb 2015, 15:07 WIB
Wanita, 20 tahun.

Dok,tmn sy mrasakan skit saat bhbngan seks & mglami kputihan saat klelahan. Apkh ini ciri2 kanker serviks? kbetulan dia sdh hbngan seks di usia 17.Dia kwtr dgn rahimnya.

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri. 

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Jika keputihan Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Jika keputihan yang Anda alami adalah keputihan yang normal, maka yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab

  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat

  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam

  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu

  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk

Sedangkan nyeri saat berhubungan intim di dunia medis dikenal dengan istilah dispareunia. Nyeri ini dapat terjadi saat penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina) di awal,  pertengahan, ketika orgasme, maupun ketika hubungan intim sudah selesai. Dispareunia dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah :

  • Berkurangnya hormon estrogen yang menyebabkan vagina menjadi kering

  • Kurang 'foreplay' atau 'pemasanan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina kurang

  • Vaginismus atau kontraksi pada otot vagina yang umumnya disebabkan karena trauma atau perasaan takut

  • Endometriosis atau pertumbuhan endometrium (lapisan rahim) di luar rahim

  • Infeksi pada vagina

  • Luka pada vagina

  • Infeksi pada serviks (mulut rahim) sehingga ketika terjadi penetrasi dalam maka akan timbul rasa nyeri

  • Peradangan pada panggul yang dapat diakibatkan oleh infeksi pada saluran reproduksi dan panggul

 

Sulit sekali bagi kami untuk menentukan penyebab keluhan yang Anda rasakan karena memang sebaiknya dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang terlebih dahulu oleh dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Penting untuk melakukan pemeriksaan pada daerah serviks secara rutin jika Anda sudah aktif secara seksual. Kapankah pap smear terakhir Anda? Secara umum, Pap smear dapat dilakukan 1 tahun sekali sebagai tindakan skrining atau Anda juga dapat mempertimbangkan vaksin HPV untuk perlindungan.

Gejala dan keluhan yang berkaitan dengan kanker serviks umumnya muncul bila telah berada pada stadium yang lebih lanjut. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai tersebut antara lain:

  1. Keputihan kronik yang berbau dan bercampur darah. 
  2. Perdarahan yang terjadi di luar masa menstruasi.
  3. Periode menstruasi yang terjadi lebih berat dan lebih lama daripada biasanya.
  4. Perdarahan yang terjadi setelah masa menopause.
  5. Perdarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual.
  6. Perdarahan yang terjadi setelah pemeriksaan panggul atau pembersihan vagina (douching).
  7. Nyeri di daerah panggul.
  8. Nyeri saat melakukan hubungan seksual.
  9. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.

Kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi langsung dengan Dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda agar dapat dilakukan pemeriksaan lengkap dan tata laksana yang optimal.

Berikut kami lampirkan beberapa artikel yang sekiranya bermanfaat bagi Anda:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (AAS)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar