Sukses

Hernia Mempengaruhi Kualitas Sperma?

05 Feb 2015, 17:38 WIB
Pria, 45 tahun.

Terkait hernia apakah itu dapat menyebabkan kerusakan sperma/ epididimis tidsk dapat memproduksi sperma dengan baik? kemudian bagaimana cara menanganinya? mohon jawababnya

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Kami akan mencoba menjawab pertanyaan Anda.

Hernia pada umumnya tidak mempengaruhi kualitas sperma. Namun, ada beberapa kondisi yang dapat emmpengaruhi kualitas sperma pada pria, yaitu:

1. Gangguan Hormon

Pada pria obesitas, ditemukan adanya penurunan hormon  testosteron dan peningkatan hormon estrogen (hormon kewanitaan). Hal ini sangat berpengaruh pada proses pembentukan sperma, sehingga jumlah dan kualitas dapat menurun. Gangguan keseimbangan hormon ini juga dapat mempengaruhi aktivitas seksual seorang pria. Menurunnya gairah dan performa serta adanya gangguan ereksi dapat mengganggu kualitas hidup pria dan menurunkan kemungkinan kejadian kehamilan.

2. Peningkatan Suhu

Pada dasarnya, proses pembentukan sperma sangat sensitif terhadap suhu. Dibutuhkan suhu optimal sekitar 34-35 derajat Celcius, sesuai dengan suhu tubuh manusia, untuk terjadinya pembentukan sperma yang baik. Adanya masalah jumlah sperma dan pembentukan sperma yang kurang baik pada pria juga diduga karena adanya peningkatan suhu di daerah genital karena jumlah lapisan lemak yang meningkat di daerah perut dan genital. Peningkatan suhu di daerah sekitar testis telah diteliti dapat menyebabkan menurunnya gerakan sperma, meningkatnya kerusakan sperma dan menurunnya fungsi sperma untuk pembuahan. Gaya hidup tidak sehat dan tidak aktif, lebih sering duduk dan penumpukan lemak di sekitar perut merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan peningkatan suhu di sekitar testis.

3. Pengaruh Tidak Langsung dari Perubahan Tubuh

Kegemukan pada pria juga menyebabkan berbagai perubahan dalam tubuh dan penyakit yang turut menyumbang ketidaksuburan. Misalkan, terjadinya peningkatan gula darah dan hormon insulin dalam tubuh pria yang kegemukan ternyata dapat menyebabkan penurunan jumlah dan kualitas sperma. Risiko meningkatnya penyakit kardiovaskular juga terkait dengan meningkatnya kejadian disfungsi ereksi yang diakibatkan penyakit kardiovaskular.

 

Penatalaksanaan hernia dibagi menjadi 2, konservatif dan operatif.

Pengobatan konservatif terbatas pada tindakan pengembalian posisi (dengan cara mendorong masuk tonjolan yang ada secara manual) dan pemakaian penyangga atau penunjang untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi (dikembalikan posisinya). Penggunaan bantalan penyangga hanya bertujuan menahan hernia yang telah direposisi dan tidak pernah menyembuhkan sehingga harus dipakai seumur hidup. Hal ini biasanya dipilih jika kita menolak dilakukan perbaikan secara operasi atau terdapat kondisi yang tidak memungkinkan untuk operasi. Cara ini tidak dianjurkan karena menimbulkan komplikasi, antara lain merusak kulit dan tonus (kekenyalan/tekanan) otot dinding perut di daerah yang tertekan sedangkan strangulasi (terlilit/terpuntir) tetap mengancam. Penggunaan penyangga tidak menyembuhkan hernia. 

Operasi merupakan penatalaksanaan yang lebih tepat untuk hernia. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. Anda tidak perlu terlalu cemas untuk operasi karena rasa sakit saat operasi dapat diatasi dengan pembiusan pada saat operasi. Kami meganjurkan agar Anda dapat memeriksakan diri lebih lanjut ke dokter spesialis bedah umum atau dokter spesialis bedah digestif. 

Kami sertakan artikel untuk informasi lengkap Anda:

Hernia

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam sehat selalu,

    0 Komentar

    Belum ada komentar