Sukses

Diare Terus Menerus

14 Mar 2015, 22:43 WIB
Pria, 25 tahun.

Saya mengalami masalah diare yang tak kunjung sembuh. Permulaan masalah terjadi sekitar tgl 25.12.14 ketika itu saya mencret karena mungkin salah makan, maka saya minum norit. Hasilnya baik namun kenapa berak yang saya hasilkan selalu tidak sempurna alias encer dan ditambah frekuesni berak saya lebih dari biasanya serta perut terasa banyak angin (kentut dan bersendawa). Kejadian itu berlanjut sampai puncak permasalahannya dimulai pada tanggal 7.01.15. Dari waktu pagi hari sebelum makan berak masih encer namun berisi. Tapi ketika sehabis saya menyantap makan pagi, tiba2 perut sakit dan langsung mencret keluar seperti air.  Karena pada hari Sabtu tidak ada Dokter yang praktek maka saya mencoba minum Amerol (didapat dari Ibu saya yang kebetulan baru saja sembuh dari diare selama 2 minggu). Ketika setelah minum Amerol badan terasa meriang dan mual. Pada Minggu saya tidak mengkonsumsi Amerol lagi tapi ternyata mencret langsung keluar lagi. maka saya langsung meminum Amerol lagi. Pada hari Senin saya tetap mengkonsumsi Amerol 3x1 dengan catatan tidak ada berak sedikit pun yang keluar dari tubuh saya.  Pada hari Selasa tgl 10.01.15 pagi hari (sebelum sarapan) saya mencoba untuk berak dan berhasil, hasilnya bagus dan keras namun cuma sedikit saja. Saya ambil samplenya untuk diuji di laboratorium. Malam nya saya pergi ambil hasil sekaligus pergi konsultasi ke Dokter umum. Dokter mengatakan hasil lab bagus tidak ada bakter dan sudah agak keras (hasil lab). Jadi dokter hanya memberikan obat nyeri ,untuk menghilangkan rasa nyeri yang kadang datang dan pergi, dan obat mual. Perlu diingat juga bahwa hari Selasa tgl 10.3. saya sama sekali tidak mengkonsumsi Amerol lagi karena satu hari itu memang cuma beraknya pagi dan hasilnya bagus.  Tetapi pada hari Rabu , pagi hari sebelum sarapan saya berak. Banyak dan lancar tetapi pada akhir berak, astaga, mencret datang lagi (seperti air). Sungguh bingung saya. Tak lama setelah sarapan pun langsung mencret datang kembali dan mencret yang keluar tidak terlalu banyak (saya juga tidak bisa makan terlalu banyak) tetapi setelah makan bisa 3-4 kali bolak balik WC. Begitu juga dengan makan siang. Jadi pada hari Rabu saya total mengalami 7-8 x mencret. Pada sore hari baru saya minum lah Diapet (mengingat Dokter pernah bilang Amerol fungsinya untuk memberhentikan usus agar tidak menggenjot kotoran keluar, obat ini agak keras jadi jangan terlalu banyak). Minum diapet mencret berhenti, namun ada sedikit berak hasilnya masih mencret juga tapi tidak separah tanpa Diapet. Malamnya saya ke Dokter, disarankan untuk minum Amerol selama 3 hari 3x1. Dan dikasih obat untuk mencegah kalo sampai adanya infeksi yaitu 2x1 Doxycycline 100mg capsule Sanbe.  Pagi ini tgl sebelum makan saya kembali berak (pagi hari) hasilnya memang encer namun tidak mencret seperti air. Namun lagi - lagi setelah sarapan, mencret datang seperti air. Jadi sekarang saya tetap minum Diapet 3 x 2 tablet satu hari (setelah makan) dan doxycycline 2x 1.  Tolong dibantu permasalahan saya, saya sudah bingung harus bagaimana? Apa saya boleh mengikuti saran dokter meminum Amerol lagi?  Usia 25Tahun 160cm 45kg (turun 5kg sejak diare). Tidak merokok. Makanan yang saya konsumsi selama diare ini bubur putih, telor goreng, nasi putih, sayuran hijau (bayam, cai sim, etc), daging babi/sapi kecap. Katanya ngga boleh makan sayuran hijau kalo lagi mencret yah? NEED HELP PLEASE!! URGENTTTT!!

Terima kasih telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Bagaimana dengan diare Anda? Apakah air atau ada ampas?Lebih banyak air atau ampas? Adakah darah? Lendir? Berapa kali dalam sehari Anda mengalami diare?Bagaimana dengan kondisi umum Anda?Apakah merasa lemas?Dapatkah Anda beraktivitas?

Diare adalah peningkatan jumlah ( tiga kali atau lebih) atau penurunan konsistensi dari tinja (menjadi lunak atau cair) dalam waktu 24 jam. Diare dapat dibagi menjadi akut (kurang dari 14 hari) dan persisten (lebih dari 14 hari) dan kronik (lebih dari 1 bulan).

Gejala dan tandanya meliputi: Konsistensi  feses menurun (cair) dengan/ tanpa darah, suhu badan mungkin meningkat (demam), nyeri perut, sakit kepala, nafsu makan tidak ada/ berkurang, lemah, mual, muntah, mialgia (nyeri otot), gelisah.

Konsistensi tinja yang cair yang menjadi karakteristik diare biasanya akan hilang dalam beberapa hari. Diare kronik dapat menjadi tanda adanya kelainan yang lebih serius, seperti adanya infflamatory bowel disease atau imunodefisiensi (seperti HIV). Diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit yang cukup signifikan. Kebanyakan diare akan sembuh sendiri tanpa pengobatan. Penting juga diperhatikan sudah berapa lama atau sudah berapa hari Anda mengalami diare ini. Apabila lebih dari 3 hari atau bahkan hingga seminggu, kemungkinan besar ada penyebab yang membutuhkan penanganan lebih serius seperti infeksi bakteri.

Penyebab diare dapat bermacam-macam, diantaranya disebabkan oleh:

  • virus (paling sering)

  • bakteri

  • infeksi parasit

  • obat-obatan (kafein, alkohol)

  • penyakit non-infeksi (irritable bowel syndrome, inflammatory bowel disease)

  • laktosa (gula yang terdapat di dalam susu)

  • pemanis buatan (sorbitol dan mannitol, pemanis buatan yang terdapat di permen karet atau produk bebas gula lainnya dapat menyebabkan diare pada orang sehat)

  • keracunan makanan

Kami belum dapat menyimpulkan diagnosis dengan terbatasnya informasi Anda. Setiap penyebab, pemilihan obatnya berbeda. Untuk penanganan lebih lanjut, harus dicari tahu penyebabnya melalui wawancara medis dan pemeriksaan fisik langsung oleh dokter. Saat ini yang pasti perhatikan asupan cairan untuk mengkompensasi cairan dan elektrolit yang keluar dengan mengkonsumsi oralit dan air putih setidaknya 2 liter per hari. Tak lupa batasi konsumsi serat (buah dan sayur) hingga diare  menghilang.

Diperlukan pemeriksaan fisik dan penunjang (seperti analisa fese/tinja) untuk menegakkan diagnosis penyakit Anda. Kami sarankan Anda untuk melakukan konsultasi dengan dokter agar dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang yang memadai, sehingga mendapatkan penanganan yang sesuai.

Berikut kami sertakan pula beberapa artikel yang sekiranya dapat bermanfaat bagi Anda:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar