Sukses

Hernia Mengganggu Kesuburan

05 Feb 2015, 14:01 WIB
Pria, 25 tahun.

Selamat sore dokter..saya mau bertanya saya pernah mengalami turun berok/ hernia..apakah penyakit hernia bisa mendapatkan keturunan?

Terima kasih atas pertanyaan Anda 

Menjawab pertanyaan Anda, seseorang yang mempunyai riwayat penyakit hernia tetap bisa mendapatkan keturunan dan tidak mempengaruhi kualitas sperma. Namun, ada beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi kesuburan dan kualitas sperma pada pria, yaitu:

1. Gangguan Hormon

Pada pria obesitas, ditemukan adanya penurunan hormon  testosteron dan peningkatan hormon estrogen (hormon kewanitaan). Hal ini sangat berpengaruh pada proses pembentukan sperma, sehingga jumlah dan kualitas dapat menurun. Gangguan keseimbangan hormon ini juga dapat mempengaruhi aktivitas seksual seorang pria. Menurunnya gairah dan performa serta adanya gangguan ereksi dapat mengganggu kualitas hidup pria dan menurunkan kemungkinan kejadian kehamilan.

2. Peningkatan Suhu

Pada dasarnya, proses pembentukan sperma sangat sensitif terhadap suhu. Dibutuhkan suhu optimal sekitar 34-35 derajat Celcius, sesuai dengan suhu tubuh manusia, untuk terjadinya pembentukan sperma yang baik. Adanya masalah jumlah sperma dan pembentukan sperma yang kurang baik pada pria juga diduga karena adanya peningkatan suhu di daerah genital karena jumlah lapisan lemak yang meningkat di daerah perut dan genital. Peningkatan suhu di daerah sekitar testis telah diteliti dapat menyebabkan menurunnya gerakan sperma, meningkatnya kerusakan sperma dan menurunnya fungsi sperma untuk pembuahan. Gaya hidup tidak sehat dan tidak aktif, lebih sering duduk dan penumpukan lemak di sekitar perut merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan peningkatan suhu di sekitar testis.

3. Pengaruh Tidak Langsung dari Perubahan Tubuh

Kegemukan pada pria juga menyebabkan berbagai perubahan dalam tubuh dan penyakit yang turut menyumbang ketidaksuburan. Misalkan, terjadinya peningkatan gula darah dan hormon insulin dalam tubuh pria yang kegemukan ternyata dapat menyebabkan penurunan jumlah dan kualitas sperma. Risiko meningkatnya penyakit kardiovaskular juga terkait dengan meningkatnya kejadian disfungsi ereksi yang diakibatkan penyakit kardiovaskular.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam sehat selalu,

    0 Komentar

    Belum ada komentar