Sukses

Cara Menurunkan Gula Darah

05 Feb 2015, 11:53 WIB
Wanita, 35 tahun.

saya sdh cek gula saya ternyata gula saya 200 dokter sdh kasih obat metformin 500mg bgimana Cara mnurunkan gula saya adakah pantangan nya

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Kapankah kadar gula darah tersebut diperiksa? Apakah ketika puasa atau setelah makan? Kadar gula darah dapat bervariasi bergantung pada jenis makanan yang terakhir dikonsumsi sebelum tes. Makanan dengan indeks glikemik tinggi akan menaikkan kadar gula lebih tinggi. Indeks Glikemik (Glycemic Index/GI) adalah ukuran pengaruh suatu makanan yang mengandung karbohidrat terhadap kenaikan kadar gula darah. Makanan dengan indeks glikemik tinggi menaikkan kadar gula darah lebih banyak dibandingkan makanan dengan GI rendah atau sedang. 

Berikut adalah contoh beberapa makanan dan nilai indeks glikemiknya:

  • Low GI (GI ≤ 55): Oatmeal, roti gandum, macaroni, Diabetasol, Jeruk, Apel)
  • Medium GI (55 < GI < 70): Kue-kue bolu, bihun, pizza, nanas, mangga
  • High GI (GI ≥ 70): Nasi, mie, lemper, perkedel kentang, bakwan, kentang goreng, corn flakes, semangka

Pada pengidap diabetes, makanan yang dikonsumsi harus memperhatikan kategori di atas, selain itu perlu juga diperhatikan hal berikut: 

  • Perencanaan makan yang baik, melakukan 3J (Jumlah, Jadwal, dan Jenis). Sudahkah keluarga Anda memiliki perencanaan makan yang teratur? Anda dapat mendiskusikan perencanaan makan yang tepat dengan dokter atau ahli gizi Anda
  • Aktivitas fisik atau olahraga yang teratur. 
  • Penggunaan obat yang diminum (anti diabetik) ataupun terapi suntik insulin. Obat apa sajakah yang saat ini dikonsumsi oleh keluarga Anda?
  • Monitor kadar glikemik, diskusikan target kadar glukosa darah dengan dokter yang merawat 

Lalu bagaimanakah seseorang terdiagnosis dengan diabetes? Diagnosis diabetes didasarkan pada hal-hal berikut 

  • Kadar gula darah puasa Anda sama dengan atau lebih besar dari 126 mg/dL
  • Hasil tes gula darah sewaktu (hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memperhatikan waktu makan terakhir ) lebih dari 200 mg/dL disertai dengan gejala klasik
  • Anda memiliki tes toleransi glukosa oral dengan hasil lebih dari 200 mg/dL
  • Tes HbA1c Anda lebih besar dari 6,5%

Adapun gejala klasik yang dimaksud adalah (3P) yaitu polydipsia (minum lebih sering), polyphagia (makan lebih sering), dan polyuria (kencing lebih sering), disertai penurunan berat badan. Gejala lainnya antara lain pandangan mata kabur, parestesia (rasa baal, tebal, atau kesemutan) pada anggota tubuh bagian bawah, terdapat infeksi jamur (sebagai contoh: balanitis pada pria), tubuh lemah.

Selain hasil pemeriksaan di atas, seseorang juga dapat mengidap diabetes bila memiliki faktor risiko berikut:

Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi: 

  • Riwayat diabetes di keluarga
  • Umur (risiko meningkat seiring usia bertambah)
  • Riwayat diabetes saat hamil (diabetes gestasional) bagi wanita
  • Riwayat berat badan lahir rendah (<2500 gram)

Faktor risiko yang dapat dimodifikasi: 

  • Berat badan lebih (IMT >23, atau BB >120% BB idaman)
  • Aktivitas fisik kurang; hipertensi (tekanan darah >140/90 mmHg)
  • Dislipidemia (kolesterol HDL=35 mg/dL, trigliserida ≥250 mg/dL)
  • Memiliki riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Diet tidak sehat (asupan tinggi gula dan rendah serat)

Mengenai penanganan diabetes, hingga saat ini diabetes belum dapat disembuhkan. Penelitian medis dalam pengembangan obat tradisional, serta jenis terapi lainnya masih terus gencar dilakukan. Yang dapat Anda lakukan adalah mengontrol diabetes tersebut agar Anda dapat beraktivitas seperti biasa. Penanganan diabetes memerlukan edukasi, pengaturan makanan (diet), aktivitas fisik, dan obat-obatan jika perlu. 

Adapun pengobatan untuk diabetes antara lain golongan obat hipoglikemik oral (OHO) ataupun terapi suntik insulin. Jenis obat tersebut dapat digunakan secara sendiri-sendiri maupun dalam kombinasi, disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Selain itu diskusikan dengan dokter atau ahli gizi keluarga Anda mengenai perencanaan makan dan aktivitas yang sesuai dengan tubuh dan metabolisme keluarga Anda.

Berikut artikel terkait yang dapat menambah informasi Anda:

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar