Sukses

Nyeri Dada tengah

17 Sep 2015, 12:17 WIB
Pria, 25 tahun.

Nyeri terasa di Tulang Dada Tengah Dear Dokter YTH, saya sudah sebulan merasakan nyeri pada tengah dada dok, sempat hilang namun seminggu lebih ini terasa kembali. Nyeri tersebut tepatnya di daerah tulang tengah dada, di tekan sedikit saja sudah sangat nyeri, ataupun saat saya stretching badan ke arah kiri, daerah tsb seperti nyeri ketarik, saat saya bersin ataupun saat posisi tidur telentang ke posisi mau bangun, dada tsb nyeri sekali. saya sudah pernah EKG dok bulan lalu, dan tes rontgen, hasilnya normal ohiya, saya mempunyai asam lambung, yg saya tanyakan, nyeri tsb karena apa ya dok, soalnya sudah hampir 2 minggu ini terasa terus dan seperti tidak ada penurunan sama sekali terimakasih banyak

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Anda mengatakan sudah pernah melakkukan pemeriksaan EKG dan rontgen Dada dengan hasil dalam batas normal. Maka keluhan Nyeri dada akibat gangguan pada jantung atau paru dapat terlebih dahulu disingkirkan.

Anda juga mengatakan mempunyai riwayat asal lambung.  Maka perkiraan kami keluhan nyeri dada pada bagian tengah yang Anda alami disebabkan oleh peningkatan asam lambung (sindroma dispepsia), atau juga disebabkan oleh GERD. Untuk itu akan kami jelaskan sedikit mengenai penyakit ini.

Dispepsia biasanya disebabkan oleh penyakit ulkus lambung atau kelebihan asam lambung. Jika asam lambung naik ke kerongkongan (refluks) maka disebut GERD (Gastro-esophageal reflux disease).

Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya. Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

  • Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD

  • Berhenti merokok

  • Hindari stres

  • Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.

  • Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, tomat, makanan berlemak atau pedas.

  • Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.

  • Meniinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.

  • Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti:
    • nitrat

    • anti-kolinergik

    • antidepresan tricyclic

    • NSAID (Ibuprofen, asam mefenamat, dsb)

    • kalium garam dan bosphosphonates seperti alendronate

Terapi GERD adalah dengan obat yang dapat menetralkan asam lambung atau dengan mengurangi produksi asam, seperti Antasid, Alginates (alternatif untuk Antasid), PPIs (omeprazole, lansoprazole) dan pada kasus yang berat dapat memerlukan tindakan operasi. Untuk mendapatkan terapi ini, kami anjurkan anda kembali berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam terdekat.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar