Sukses

Sulit Hamil Setelah Laparatomy

09 Jun 2015, 17:05 WIB
Wanita, 27 tahun.

Dear Dr Indra,, Saya Sudah menikah selama hampir 2 thn,, pada bulan april 2014 saya mengalami hamil di luar kandungan, sehingga saya harus di laparatomi, setelah 6 bulan pasca operasi cek ke dokter lagi kondisi rahim bagus dan sudah bisa program hamil kembali,, tetapi sampai saat ini saya masih belum ada tanda2 kehamilan lagi,, apa normal jika setelah laparatomi akan lama lagi untuk hamil???

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Kehamilan diluar kandungan disebut dengan kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik paling sering terjadi di daerah tuba falopi (98%), meskipun begitu kehamilan ektopik juga dapat terjadi di ovarium (indung telur), rongga abdomen (perut), atau serviks (leher rahim). Dimanakah letak kehamilan ektopik anda?

Jika terjadi pada tuba, maka setelah dilakukan penanganan, tuba menjadi tidak lagi paten. Sehingga tersisa hanya satu tuba yang dapat bekerja dengan normal. Bila hanya satu satu yang paten, angka kemungkinan hamil akan turun hingga setengahnya menyebabkan wanita menjadi lebih sullit hamil, namun kesempatan untuk itu tetap ada. Lakukanlah pemeriksaan secara rutin kepada dokter anda, untuk menilai kesehatan reproduksi anda.

Usaha-usaha yang dapat Anda lakukan dalam memperoleh keturunan diantaranya adalah dengan melakukan hubungan seksual di sekitar masa subur Anda. Masa subur adalah masa dimana telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur, Anda harus mengetahui berapa rata-rata siklus haid dari 3-6 siklus haid terakhir. Jika siklus menstruasi anda berlangsung teratur selama 27-28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu. Kemudian Anda dan pasangan juga perlu melakukan hubungan seksual yang teratur 2-3 x/minggu.

Disamping itu, yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Perlu juga diperhatikan: 

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami)
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas
  • Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar