Sukses

Ingin Anak Laki-Laki

04 Feb 2015, 16:18 WIB
Wanita, 30 tahun.

Dok, saya mau tanya bagaimana cara program untuk hamil anak laki-laki. Saya ingin sekali kehamilan kedua saya nanti berjenis laki-laki. Tgl 30 januari saya pertama mendapat haid, kapan baiknya saya berhubungan agar menjadi anak laki-lakia? Dan apa saja tips2nya? Terima kasih

Terima kasih atas pertanyaan Anda. 

Salam kami untuk keluarga Anda. Kami mengerti keinginan Anda untuk memiliki anak laki-laki. Secara ilmiah, penelitian hingga saat ini menemukan bahwa yang memegang kendali dalam menentukan jenis kelamin anak adalah sperma dari suami. Laki-laki memiliki kromosom seks jenis X dan Y. Sel telur perempuan memiliki dua kromosom seks yang sama, yaitu X dan X. Sehingga bila dalam hubungan intim, sperma X yang membuahi sel telur maka terjadilah pertemuan kromosom X dengan X, sehingga yang didapat adalah bayi perempuan. Sedangkan, jika sperma Y yang membuahi sel telur, maka terjadilah pertemuan antara kromosom X dan Y, dan didapat bayi laki-laki. 

Ilmu ini dalam mewujudkan keinginan jenis kelamin anak hanya dapat ditempuh dengan metode inseminasi buatan atau bayi tabung, dan keberhasilan dari angka kehamilan dengan bayi tabung baru 30%. Namun, apabila ingin mencoba untuk memiliki anak laki-laki disarankan untuk berhubungan seksual pada saat ovulasi atau keluarnya sel telur dari indung telur. Ovulasi terjadi 14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya plus minus 1 hari. Hal ini disebabkan karena sel sperma yang mengangkut genetik-Y (laki-laki) dapat berenang lebih cepat menuju sel telur namun tidak dapat bertahan lama di dalam saluran reproduksi wanita. Berbeda dengan sel sperma yang mengangkut genetik-X (perempuan) yang berenang lebih lambat namun mampu bertahan lebih lama di dalam saluran reproduksi wanita.

Sedangkan untuk mengetahui masa subur, perlu diketahui siklus menstruasi selama 3-6 bulan terakhir. Siklus menstruasi diketahui dengan cara menghitung jarak hari dari hari pertama menstruasi hingga hari pertama menstruasi pada bulan berikutnya. Untuk menghitung masa subur, dibutuhkan minimal pola menstruasi 3 bulan terakhir. Masa subur (ovulasi) akan terjadi pada 14 hari sebelum hari pertama menstruasi yang akan datang bulan berikutnya. Jadi jika siklus haid Anda teratur dan merujuk dari cerita Anda, saat kemarin Anda melakukan hubungan seksual belum masuk masa subur.

Sedangkan untuk menghitung masa subur pada wanita dengan siklus haid tidak teratur harus dilihat dari 6 siklus haid. Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan. Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.

Rumusnya:

Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18

Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11 

Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika anda melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu. Kemudian Anda dan pasangan juga perlu melakukan hubungan seksual yang teratur 2-3 x/minggu. Siklus menstruasi normalnya berkisar antara 21-35 hari dan berlangsung selama 3-7 hari. 

Dalam persiapan kehamilan perlu diperhatikan pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Perlu juga diperhatikan: 

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami)

  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas

  • Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio


Perlu diingat bahwa peristiwa kehamilan dan penentuan jenis kelamin janin adalah kuasa dari sang Pencipta dan manusia hanyalah sebagai fasilitator di dalamnya. Sehingga, kembali lagi, segala sesuatunya dikembalikan kepada kuasa Sang Pencipta yang memberikan kehidupan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam sehat,

    0 Komentar

    Belum ada komentar