Sukses

Menanggapi Anak Yang Berbohong

29 Jul 2015, 20:43 WIB
Wanita, 28 tahun.

Ass.wr.wb. Ketika seorang anak(6 th) ditanya, & ia menjawab tidak sesuai dg yg sebenarnya, apakah anak ini sedang berbohong atau berimajinasi? Bagaimana mengajarkan pada anak agar tidak berbohong tanpa mematahkan imajinasi mereka. Terima kasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Memang sedari kecil orang tua perlu mengajarkan anaknya untuk tidak berbohong. Namun ketika anak Anda berbohong, pertimbangkanlah usianya dan alasannya dia tidak mengatakan hal yang sebenarnya.

Cobalah untuk memahami alasan anak anda ketika berbohong. Apakah dia takut dihukum? Atau dia tidak mau mengecewakan Anda?  Jika anda tahu mengapa anak anda berbohong, anda dapat lebih mudah untuk mengoreksinya.

Anda tidak perlu langsung memarahi atau menghukkum anak yang ketahuan berbohong. Untuk itu berikut ini kami berikan tips untuk anda dalam menanggapi anak yang berbohong.

  • Cobalah Untuk mengganti kalimat pertanyaan menjadi kalimat pernyataan.

Misalnya, ketika anda menemukan lembar ujian anak dengan nilai jelek yang disembunyikannya. ketimbang bertanya "mengapa nilaimu jelek? kenapa disembunyikan" akan lebih baik jika anda mengucapkan " Ibu menemukan nlembar ujian dengan nilai buruk yang kamu sembunyikan". Dengan begini anak tidak mempunyai kesempatan untuk berbohong.

Namun cara ini dapat anda gunakan ketika anda benar-benar yakin kesalahan apa yang anak anda lakukan.

  • Beri Anak Pujian Ketika Dia Berkata Jujur

Anak membutuhkan keberanian ketika mencoba untuk berkata jujur, terlebih lagi jika benar dia berbuat salah. Untuk itu, sebuah pujian dapat meningkatkan rasa percaya dirinya untuk mau mengakui kesalahannya.

Selain itu, tanamkanlah kepada anak bahwa kebohongan dapat merusak rasa percaya anda kepadanya, dan bila telah rusak sulit untuk dapat membangunnya kembali.

  • Jadilah Contoh Untuk Anak

Terkadang kita bahkan tidak sadar telah berbohong. Misalnya ketika anda tidak mau menjawab telpon, anda meminta kepada anak untuk mengatakan kepada si penelpon bahwa anda tidak dirumah, atau alasan lainnya. Contoh simpel inilah yang kemudian ditiru anak anda. Mulai dari kebohongan kecil hingga menutup-nutupi kesalahan besar yang telah dia lakukan.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar