Sukses

Sperma Encer Dan Disfungsi Ereksi

30 Jan 2015, 14:27 WIB
Pria, 64 tahun.

Mengapa air mani yg keluar encer dan sedikit ? Obat untuk disfungsi ereksi apa ?

dr. Mega Putri

Dijawab Oleh:

dr. Mega Putri

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan jika sperma encer, hal tersebut bukan berarti sperma Anda tidak baik. Cairan sperma atau semen normal pada umumnya bewarna putih keabu-abuan. Warna dan konsistensi cairan ini sangat bervariasi. Faktor usia, makanan dan frekuensi ejakulasi merupakan beberapa faktor yang sangat berperan. Pada awal ejakulasi cairan semen tampak kental dan lengket, kekentalan ini akan berangsur-angsur menurun dan mencair dalam waktu 20 hingga 30 menit.

Faktanya adalah kekentalan cairan sperma tidak berhubungan dengan kualitas sperma yang terkandung di dalamnya. Kualitas dan kuantitas sperma hanya bisa ditelaah melalui pemeriksaan sperma analisis yang dilakukan oleh Dokter Spesialis Andrologi.

Faktor lain yang berperan dalam penentuan kualitas sperma adalah asupan nutrisi, stres, obesitas, obat-obatan yang dikonsumsi, paparan rokok dan asap rokok serta konsumsi pestisida atau oksidan lain dalam makanan.

 

Berikut kami akan menjelaskan mengenai disfungsi ereksi/ Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Disfungsi ereksi (DE) merupakan salah satu jenis gangguan seksual pada pria. Secara definisi DE adalah kurangnya kemampuan dalam mempertahankan proses ereksi untuk melakukan aktivitas seksual dengan baik. Sedangkan ereksi adalah kemampuan penis untuk menegang dengan proses pengaliran darah  karena rangsangan sebagai bagian dari proses untuk melakukan hubungan seks.

Gangguan ereksi dapat disebabkan banyak hal, diantaranya adalah :

  • Kelainan pembuluh darah
  • Kelainan persarafan
  • Obat-obatan
  • Kelainan pada penis
  • Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.

Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu gangguan aliran darah dapat menyebabkan gangguan ereksi. Kerusakan saraf akibat diabetes melitus, alkohol, obat-obatan, juga dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi. Bahan kimiawi rokok juga mempengaruhi aliran darah, sehingga dapat juga berkontribusi pada gangguan ereksi ini. Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan yaitu jenis obat antihipertensi, anti depresi, anti psikosis, obat penenang, simetidin, dan litium. 

Psikis seperti depresi, kecemasan, stres, perasaan bersalah, perasaan takut akan keintiman, dll juga menyumbang cukup besar penyebab dari gangguan ereksi. Diperlukan evaluasi lengkap dengan tambahan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan sesuai kecurigaan penyebab. Nutrisi yang dapat membantu mengatasi gangguan ereksi Anda adalah zinc dan kalsium. Jangan minum sembarang obat kuat tanpa pengawasan dokter guna menghindari efek samping yang dapat merugikan kesehatan tubuh.

Untuk melakukan pengobatan diharuslah terlebih dahulu dicari apa penyebabnya. Pada kasus disfungsi ereksi (DE) karena gangguan organis (gangguan fisik/anatomis), terapi yang dilakukan umumnya adalah pembedahan atau obat-obatan.

Untuk DE yang disebabkan karena gangguan psikologis (yang terutama banyak terjadi), pada umumnya tidak diperlukan pembedahan. Untuk mengatasinya terutama haruslah dicari apa faktor pencetusnya (stress, kelelahan, pasangan yang menuntuk, narkotika, dll). Setelah didapatkan faktor pencetus, barulah diperbaiki dan dibantu dengan alat atau obat. Tanpa mengetahui apa penyebabnya, kasus DE akan berulang lagi meskipun sudah sembuh (dengan bantuan alat ataupun obat). Disfungsi ereksi karena faktor psikis memiliki angka kesembuhan yang baik apabila ditatalaksana secara adekuat. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis urologi atau andrologi untuk melakukan pemeriksaan agar diketahui penyebab yang mendasarinya serta dapat dilakukan terapi yang sesuai.

Kami sertakan beberapa artikel berikut untuk menambah informasi Anda :

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (MP)

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar