Sukses

Obat Liver dan Diabetes

30 Jul 2015, 20:50 WIB
Pria, 50 tahun.

permisi saya mau tanya,obat liver dan diabet?saya sudah minum proliver dan curcuma,terima kasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter.

Sakit liver merupakan istilah awam yang menyatakan terdapatnya gangguan di hati. Gangguan di hati dapat berupa hepatitis, hepatoma (kanker hati), gangguan hati karena kolesterol, gangguan hati karena alkohol, sirosis hepatis, dan banyak lagi. Perlu dipastikan lagi kepada dokter yang merawat anda mengenai apakah penyebab penyakit liver tersebut.

Yang paling banyak diderita saat ini adalah hepatitis. Hepatitis adalah penyakit gangguan fungsi hati yang disebabkan karena virus Hepatitis. Virus Hepatitis yang paling banyak menyerang manusia adalah virus Hepatitis A, virus Hepatitis B, dan virus Hepatitis C. Jenis pengobatan yang akan dilakukan bergantung kepada jenis hepatitis yang diderita. 

Liver atau hati adalah organ tubuh yang penting untuk menetralisir racun dari makanan atau minuman. Oleh karena itu, pada gangguan fungsi hati, hindarilah makanan yang tidak alami atau banyak mengandung bahan pengawet atau pewarna. Makanan lain yang perlu dihindari adalah makanan yang dapat menimbulkan gangguan pencernaan, seperti makanan yang berlemak. Hindari juga konsumsi obat selain dari dokter, seperti jamu-jamuan, obat herbal, obat warung, dan lain-lain. Seiring dengan perjalanan penyakit Anda dan pengobatan yang rutin dijalanin dan banyak istirahat, gejala kulit dan mata kuning akan menghilang dengan sendirinya. 

Apabila Anda telah didiagnosa mengalami gangguan hatii(liver), maka kami sarankan agar menjalani pengobatan yang dokter Anda berikan dengan baik dan teratur. Komunikasikanlah kepada dokter mengenai segala hal yang dirasakan. Dengan kerjasama yang baik diharapkan mendapatkan hasil yang optimal. Anda dapat membaca lebih lanjut mengenai hepatitis pada Indeks Penyakit kami subbagian Penyakit Dalam.

Berikut ini kami sertakan beberapa artikel terkait untuk menambah informasi Anda :

Hepatitis A

Hepatitis B

Hepatitis C

 

Pada dasarnya penyakit liver dan diabetes adalah dua penyakit yang berbeda. Jadi bisa saja orang yang sudah mengidap penyakit liver bisa juga mengidap penyakit diabetes. Berikut kami akan menjelaskan mengenai diabetes mellitus.  Darah manis atau dalam istilah medis dikenal sebagai diabetes melitus merupakan penyakit metabolik dimana terjadi kenaikan kadar gula dalam darah akibat ketidakmampuan tubuh memproduksi insulin (hormon yang mengatur kadar gula darah) secara adekuat, atau tubuh tidak dapat merespon insulin sehingga kadar gula dalam darah menjadi tinggi. Keadaan ini dapat memicu penyakit lainnya seperti penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, gangguan saraf dan pembuluh darah, dan sebagainya. 

Lalu bagaimanakah seseorang terdiagnosis dengan diabetes? Diagnosis diabetes didasarkan pada hal-hal berikut 

  • Kadar gula darah puasa Anda sama dengan atau lebih besar dari 126 mg/dL
  • Hasil tes gula darah sewaktu (hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memperhatikan waktu makan terakhir ) lebih dari 200 mg/dL disertai dengan gejala klasik
  • Anda memiliki tes toleransi glukosa oral dengan hasil lebih dari 200 mg/dL
  • Tes HbA1c Anda lebih besar dari 6,5%

Adapun gejala klasik yang dimaksud adalah (3P) yaitu polydipsia (minum lebih sering), polyphagia (makan lebih sering), dan polyuria (kencing lebih sering), disertai penurunan berat badan. Gejala lainnya antara lain pandangan mata kabur, parestesia (rasa baal, tebal, atau kesemutan) pada anggota tubuh bagian bawah, terdapat infeksi jamur (sebagai contoh: balanitis pada pria), tubuh lemah.

Selain hasil pemeriksaan di atas, seseorang juga dapat mengidap diabetes bila memiliki faktor risiko berikut:

Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi: 

  • Riwayat diabetes di keluarga
  • Umur (risiko meningkat seiring usia bertambah)
  • Riwayat diabetes saat hamil (diabetes gestasional) bagi wanita
  • Riwayat berat badan lahir rendah (<2500 gram)

Faktor risiko yang dapat dimodifikasi: 

  • Berat badan lebih (IMT >23, atau BB >120% BB idaman)
  • Aktivitas fisik kurang; hipertensi (tekanan darah >140/90 mmHg)
  • Dislipidemia (kolesterol HDL=35 mg/dL, trigliserida ≥250 mg/dL)
  • Memiliki riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Diet tidak sehat (asupan tinggi gula dan rendah serat)

Pada penanganan diabetes, perlu juga diperhatikan hal berikut: 

  • Perencanaan makan yang baik, melakukan 3J (Jumlah, Jadwal, dan Jenis). 
  • Aktivitas fisik atau olahraga yang teratur. 
  • Penggunaan obat yang diminum (anti diabetik) ataupun terapi suntik insulin. 
  • Monitor kadar glikemik, diskusikan target kadar glukosa darah dengan dokter yang merawat 

Mengenai penanganan diabetes, hingga saat ini diabetes belum dapat disembuhkan. Penelitian medis dalam pengembangan obat tradisional, serta jenis terapi lainnya masih terus gencar dilakukan. Yang dapat Anda lakukan adalah mengontrol diabetes tersebut agar Anda dapat beraktivitas seperti biasa. Penanganan diabetes memerlukan edukasi, pengaturan makanan (diet), aktivitas fisik, dan obat-obatan jika perlu. Adapun pengobatan untuk diabetes antara lain golongan obat hipoglikemik oral (OHO) ataupun terapi suntik insulin. Jenis obat tersebut dapat digunakan secara sendiri-sendiri maupun dalam kombinasi, disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Berikut artikel terkait yang dapat menambah informasi Anda:

Demikian  penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga dapat membantu.

 

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar