Sukses

Alergi Susu Sapi, Bolehkah Minum Susu Soya ?

28 Jan 2015, 14:17 WIB
Wanita, 30 tahun.

Pagi Dok, Sya mempunyai bayi yang baru lahir tgl 07-01-2015, sejak awal lahir bayi sya beri Susu formula dikarenakan ASI sya belum keluar. Tetapi setelah diberi susu formula timbul kemerah-merahan pada pipi nya. Setelah itu sama dokter nya waktu itu di suruh untuk menggunakan susu formula hypoalergenic sampai sekarang. yang mau sya tanyakan pada Dokter apakah boleh sya menggantinya dg susu soya. mengingat harga susu formula HA yg sangat mahal. trima kasih atas jawabannya. sya ibu usia 30 thn, berat badan 60kg tinggi 160cm. waktu hamil sering mengkonsumsi susu sari kedelai.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Kami memahami kegelisahan dan kebingungan yang Anda rasakan. Alergi sebenarnya merupakan reaksi hipersensitivitas tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Reaksi alergi memang biasanya terjadi pada anak dari orang tua yang juga memiliki alergi (genetik). Namun, pada beberapa kasus dapat juga ditemukan anak yang menderita alergi meskipun orang tuanya tidak memiliki alergi apapun karena disamping faktor genetik alergi juga dapat muncul karena faktor-faktor lain seperti faktor lingkungan, faktor infeksi dan polutan. Anak yang tidak mendapatkan ASI memang lebih berisiko untuk mengalami alergi susu sapi dibandingkan anak yang mendapatkan ASI ekslusif.

Anak yang alergi susu sapi jika dipaksa untuk mengkonsumsi makanan yang memicu alerginya (susu formula biasa) akan mengalami reaksi alergi yang terus menerus. Timbulnya reaksi alergi ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi anak dan membuat anak menjadi lebih rewel. Lebih lanjut, hal tersebut dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

Disamping itu, bayi yang mengalami alergi jika tidak dilakukan usaha untuk mengatasinya maka saat dewasa akan mudah terkena alergi seperti asma atau alergi hidung (rhinitis). Kejadian alergi ini dapat sangat mengganggu aktifitas sehingga mampu menurunkan kualitas hidupnya kelak. Karena itu, intervensi sejak dini perlu dilakukan untuk mencegah berlanjutnya proses alergi menjadi yang lebih berat (asma atau rhinitis)

Apabila anak anda benar menderita alergi susu sapi, sebaiknya anak anda menghindari segala makanan yang berbahan dasar susu sapi seperti keju, biskuit susu, dsb. Sebagai alternatif, susu kedelai, susu beras, susu gandum, dan susu nabati lain dapat menggantikan susu sapi, namun perlu diketahui bahwa 40% anak yang alergi susu sapi juga memiliki alergi terhadap susu kedelai. Sedangkan untuk  Anda (jika masih memberikan ASI) sebaiknya juga menghindari makanan-makanan tersebut. 

Pada kasus anak Anda, kemungkinan besar bintik-bintik merah pada muka dan leher adalah salah satu gejala klinis dari alergi. Gejala klinis alergi susu sapi pada anak paling banyak terlihat pada saluran pencernaan dalam bentuk muntah, diare berlanjut yang kadang dapat disertai darah, serta konstipasi atau sembelit (50 - 60%). Gejala klinis lain dapat terlihat pada kulit dan saluran napas. Pada kulit dapat terlihat merah-merah pada kedua sisi pipi bayi, seperti yang terjadi pada anak Anda.

Susu soya memang sering menjadi pilihan pertama sebagai susu pengganti terhadap anak yang dicurigai menderita alergi. Dibandingkan susu terhidrolisis sempurna lainnya, susu soya unggul karena harganya yang relatif lebih murah dengan rasa yang lebih familiar. Keunggulan lain dari susu soya adalah:

  • bebas laktosa sehingga aman untuk diet bebas laktosa

  • memiliki kandungan kalsium:fosfor (2:1) seperti pada ASI yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi

  • mengandung omega 6 dan omega 3 sebagai bahan dasar pembentukan AA dan DHA untuk tumbuh kembang otak yang optimal

  • mengandung karbohidrat yang terkandung dalam maltodextrin yang dapat ditoleransi oleh sistem pencernaan yang terluka karena diare ataupun yang alergi terhadap susu sapi.

Sebenarnya pemilihan soya sebagai pengganti susu sapi hanya terjadi di Indonesia, terdapat penelitian bahwa 30-40% anak alergi susu sapi mungkin terkena alergi soya. Sehingga memang pilihan terbaik tetap jatuh pada susu hipoalergenik (HA). Satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi alergi adalah dengan menghindari alergen penyebab.

Protein susu sapi dapat menimbulkan alergi yang menetap sampai akhir masa anak-anak. Meskipun demikian, biasanya alergi susu sapi akan hilang dengan sendirinya seiring dengan matangnya saluran pencernaan bayi (pada usia 2-3 tahun).

Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut mengenai kondisi alergi susu sapi pada anak Anda ke dokter spesialis anak. 

Berikut beberapa judul artikel yang dapat Anda baca mengenai alergi susu sapi:

 

Gejala Klinis Alergi Susu Sapi 

 

Soya Bukan Solusi Mengatasi Alergi Susu Sapi 

 

Kenali Gejala Alergi Susu Sapi 

 

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat

Salam

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar