Sukses

Pemompa ASI dan Cara Menyimpan ASI

01 Aug 2015, 17:22 WIB
Wanita, 25 tahun.

selamat sore Dok.. saya Eka, saya sorang ibu menyusui dan juga pegawai swasta yg nantinya kembali kerja. berhubung ini pengalaman baru saya untuk anak pertama saya, mohon dibantu Dok.. Benarkah breast pump / pemompa asi bisa menyebabkan kanker.?! Benarkah breast pump bsa merubah bentuk payudara menjadi kendor.?! trus bagaimana dg asi yang dihasilkan.?! apakah kandungan gizinya bsa sama sperti aslinya.?! dan bsa bertahan brapa lama penyimpanannya.?! maaf klo terlalu bnyak pertanyaan saya Dok. sebelumnya saya ucapkan trimakasih. Eka.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.  Namun belum ada bukti medis terkait alat pompa ASI dengan kejadian kanker. Demikian juga dengan merubah bentuk payudara menjadi kendor.

Memang terdapat beberapa kondisi dimana ASI yang dipompa dengan alat tidak dianjurkan untuk diberikan kepada anak. Misalnya jika dipompa dengan alat yang tidak steril. Karena banyak pompa ASI di pasaran yang tak memenuhi standar. Bahan karet yang terdapat di bagian belakang pompa yang berbentuk seperti bohlam ternyata tak bisa disterilkan. Bahkan bisa menjadi media yang menyalurkan mikroba atau kuman. Lantaran itu, ASI hasil pompa dianjurkan hanya sebatas untuk mengatasi pembengkakan payudara.

Namun,  ada pula pompa ASI yang memenuhi standar, seperti pompa elektrik dan pompa berbentuk piston. Namun harganya relatif mahal. Jadi, yang dianjurkan tetaplah teknik memerah dengan tangan. Selain mudah, tak merepotkan serta tak perlu mengeluarkan uang untuk membelikan peralatan itu. Modalnya cuma satu, yaitu ketrampilan Anda memerah ASI dengan tepat yang dapat dipelajari dan dipraktekkan lebih sering. Semakin Anda terampil, diharapkan semakin banyak ASI yang keluar.

Demiikian juga jika anda ingin menyimpan ASI, wadah yang digunakan harus terjamin kesterilannya.

Setelah diperah, Air Susu Ibu (ASI) harus disimpan dalam wadah tertutup agar tidak tercemar kuman. ASI sebaiknya disimpan dalam botol/wadah khusus dengan bahan kaca, stainless, atau plastik. Sebaiknya wadah untuk menyimpan ASI hasil perahan tidak digunakan untuk menyimpan bahan-bahan lain selain ASI, dijaga kebersihannya (dicuci dengan sabun, dibilas dan dipanaskan) dan tertutup dengan baik. 

Setelah diperah, ASI dapat bertahan selama 6 jam di udara luar, 3 hari di lemari pendingin dalam suhu 0 – 4 °C. Berikan ASI yang telah lebih dahulu disimpan untuk diberikan kepada bayi Anda. Bila disimpan di lemari pendingin maka sebelum diberikan sebaiknya dihangatkan terlebih dahulu dengan meletakkan wadah penyimpanan ASI pada wadah lain yang berisi air hangat. ASI sebaiknya tidak dihangatkan langsung dengan kompor atau microwave karena dapat merusak protein susu.  ASI yang sudah dihangatkan sebaiknya tidak diaduk-aduk, untuk meratakan ASI sebaiknya hanya digoyang-goyangkan saja.  Setelah  dihangatkan, sebaiknya ASI langsung diberikan dan jangan didiamkan sampai beberapa jam karena dapat terjadi pertumbuhan bakteri pada ASI. Setiap sisa ASI yang tidak dihabiskan bayi Anda, jangan disimpan kembali melainkan harus dibuang. Pemberian ASI yang sudah lewat masa penyimpanan seperti anjuran di bawah, atau yang tidak disimpan dengan baik dan benar, dapat membahayakan kesehatan karena dapat terjadi pertumbuhan bakteri pada ASI tersebut dan menimbulkan infeksi. 

Berikut lampiran panduan terkait penyimpanan ASI: Cara Menyimpan ASI Botolan yang Baik dan Benar dan Tips Menyimpan ASI di Kulkas

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar