Sukses

Pasca Melahirkan, Sering Nyeri Saat Berhubungan Intim
01 Aug 2015, 18:01 WIB
Wanita, 28 tahun.

pasca melahirkan setiap kali berhubungan intim selalu merasakan nyeri diperut bawah, itu kenapa ya dok?terima kasih.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Nyeri saat berhubungan intim di dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah dispareunia. Nyeri ini dapat terjadi saat penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina) di awal,  pertengahan, ketika orgasme, maupun ketika hubungan intim sudah selesai. Dispareunia dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah:

  • berkurangnya hormon estrogen yang menyebabkan vagina menjadi kering

  • kurang 'foreplay' atau 'pemasanan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina kurang

  • vaginismus atau kontraksi pada otot vagina yang umumnya disebabkan karena trauma atau perasaan takut

  • endometriosis atau pertumbuhan endometrium (lapisan rahim) di luar rahim

  • infeksi pada vagina

  • luka pada vagina

  • infeksi pada serviks (mulut rahim) sehingga ketika terjadi penetrasi dalam maka akan timbul rasa nyeri

  • peradangan pada panggul yang dapat diakibatkan oleh infeksi pada saluran reproduksi dan panggul

Pada kasus Anda, apakah nyeri dirasakan saat ini saja atau pertama kali berhubungan setelah melahirkan Anda juga mengalami hal yang sama? mungkin saat Anda melakukan hubungan seksual, suami kurang melakukan 'foreplay' atau 'pemasanan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina anda kurang. Hal ini menyebabkan penetrasi penis terasa sangat sakit dan bukan tidak mungkin akan terjadi perdarahan dari vagina. Atau pada saat melakukan hubungan seksual Anda merasa trauma atau perasaan takut karena jahitan setelah melahirkan mungkin hal ini tidak Anda sadari, namun alam bawah sadar Anda merasakan hal tersebut. Akibatnya, vagina anda berkontraksi tanpa anda sadari (dikenal denganvaginismus). Meskipun suami sudah melakukan ?pemanasan? yang cukup lama, namun kontraksi dinding vagina yang tidak anda sadari ini menyebabkan penetrasi penis kedalam vagina menjadi lebih sulit (hingga suami Anda merasa ada yang mengganjal di dalam vagina), dan Anda tetap merasa sakit saat dilakukan penetrasi penis ke dalam vagina Anda.

Jika vaginismus terus terjadi dan hubungan seksual terus dipaksakan, bukan tidak mungkin dinding vagina Anda akan robek dan mengalami luka yang akan memperberat rasa nyeri saat berhubungan seksual.

Beberapa saran yang dapat Kami berikan untuk mencegah berulangnya kejadian tersebut antara lain:

  • Lakukan rangsangan seksual (foreplay) yang adekuat sebelum suami melakukan penetrasi penis. Hal ini sedikit banyak juga akan berpengaruh pada ketegangan vagina. Rasa takut atau kekhawatiran dapat membuat vagina menjadi kaku dan kering sehingga mudah terbentuk luka.

  • Lakukanlah hubungan intim dalam suasana yang santai dan nyaman. Kondisi rileks saat berhubungan akan membuat vagina menjadi lemas dan tidak terasa nyeri saat penetrasi. Semakin Anda merasa khawatir dan tidak rileks, semakin sulit untuk mengatasi masalah anda saat ini.

  • Gunakanlah lubrikasi tambahan untuk memudahkan penetrasi penis ke dalam vagina. Pilihlah pelumas yang lebih bersih dan steril untuk mencegah infeksi pada vagina Anda. 

Apabila keluhan berlanjut setelah melakukan foreplay cukup atau setelah menambahkan lubrikasi tambahan, kami sarankan agar Anda berkonsultasi ke dokter kebidanan dan kandungan untuk evaluasi lebih lanjut. Mungkin dispareunia pada diri Anda disebabkan oleh hal-hal lain seperti gangguan hormonal, endometriosis, dll.

Demikian informasi yang dapat Kami berikan. Semoga membantu.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar