Sukses

Penyebab Keringat Berlebih

29 Jan 2015, 16:26 WIB
Wanita, 20 tahun.

Saya ingin bertanya mengenai hiperhidrosis atau kelebihan keringat. Saya rika umur 21 tahun, dengan tinggi 164 cm dan berat 53 kg.saya mahasiswa. Saya mengalami kelebihan keringat di daerah ketiak dan mengeluarkan Bau. Saya mengalami kelebihan keringat dari awal menstruasi sampai sekarang.walaupun diruangan yang sejuk, says tetap berkeringat. Saya juga sulit untuk bernafas. Kadang merasa pusing. Apakah hioerhidrosis yg says alami termasuk parah dan harus di cek ke dokter? Atau masih bisa disembuhkan dengan cara lain? Apa penyebab hiperhidrosis yang says alami? Terima kasih

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Hiperhidrosis yaitu kondisi yang ditandai dengan produksi keringat berlebihan. Hiperhidrosis terdapat dalam 3 bentuk: diinduksi oleh emosi (umumnya terdapat pada telapak tangan, telapak kaki, dan ketiak), lokal, atau umum. Hiperhidrosis sendiri terbagi atas 3 yaitu : 

  1. Hiperhidrosis fokal primer yaitu kondisi dimana keringat berlebih terjadi pada area tertentu dari tubuh (fokal) di kedua sisi tubuh (umumnya). Lokasi yang sering adalah telapak tangan dan kaki, lengan, kepala, dan wajah.

  2. Hiperhidrosis Idiopatik Generalisasi yaitu kondisi dimana seluruh area tubuh mengeluarkan keringat berlebih.

  3. Hiperhidrosis Sekunder Generalisasi yaitu kondisi keringat berlebih yang dipengaruhi oleh penyakit lain atau kondisi lain seperti menopause, hipertiroid, diabetes melitus (neuropati perifer), atau stroke. Obat-obatan seperti antihipertensi dan antidepresi juga dapat menyebabkan hiperhidrosis. Keringat berlebih juga melibatkan area yang luas di tubuh dan dapat muncul ketika tidur.

Menurut American Academy of Dermatology, Hiperhidrosis diterapi dengan beberapa cara yaitu :

  1. Antiperspirant yang mengandung alumunium klorida heksahidrat, glutaraldehid, formaldehid, dengan kadar tinggi (15%) dengan cara dioleskan di malam hari pada kulit yang kering, daerah berambut (ketiak), dan dicuci di pagi hari. Penutupan daerah yang diberikan antiperspirant dengan plastik juga dapat dilakukan.

  2. Teknik Iontophoresis, umum dilakukan pada hiperhidrosis telapak tangan dan kaki. Tangan diletakkan di dalam larutan berisi elektrolit dengan elektrik kadar rendah. Dapat efektif untuk kasus ringan

  3. Suntikan Botulinum tipe A (suntik botox). Suntikan ini diberikan di daerah ketiak, telapak tangan dan kaki untuk mengurangi jumlah keringat. Botulinum akan memblok pengeluaran dari neurotransmiter (asetilkolin) dan merupakan terapi yang efektif selama 4-8 bulan. Suntikan ulang perlu dilakukan lagi di kemudian hari

  4. Obat oral. Obat jenis glycopyrrolate dan propantheline bromide berfungsi mencegah terstimulasinya kelenjar keringat. Mereka memblok reseptor kolinergik. Beta bloker juga dapat digunakan untuk terapi keringat berlebih yang terjadi karena stres. Namun obat-obatan ini memiliki efek samping sehingga harus dipertimbangkan risk and benefit

  5. Operasi. Hal ini dilakukan pada hiperhidrosis berat yang gagal dengan pengobatan lainnya. Operasinya dinamakan Endoscopic Thoracic Sympathectomy (ETS). Operasi hanya dilakukan bila cara konvensional tidak berhasil

Hingga saat ini, belum ada penanganan alami yang memberikan efek memuaskan. Penderita hiperhidrosis dapat berkonsultasi lebih lanjut ke dokter spesialis penyakit dalam untuk mendapatkan pengobatan-pengobatan tersebut. Berikut kami sertakan artikel untuk menambah informasi mengenai keluhan Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (NO)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar