Sukses

Mr. P Bengkok?

29 Jan 2015, 20:50 WIB
Pria, 20 tahun.

Assalamualaikum dok,saya ingn brtnya....tmn saya srng brcrta ke saya tntng kelaminnya dia karena Mr.P nya dia miring ke kiri...prtnyaannya,apakah pasangan dia nantinya dapat mempunyai anak,dan apakah efek samping dari miringnya Mr.P tersebt?

Bapak/Saudara yang terhormat,

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

 

Kami memahami kekhawatiran teman Anda. Salam kami untuk teman Anda! Sebelum melanjutkan kami perlu mengetahui beberapa hal: Sejak kapan mengalami hal ini? Apakah sebelumnya pernah mengalami luka di daerah tersebut? Pernahkah merasa nyeri berkepanjangan saat ataupun setelah orgasme?

 

Penyebab paling sering dari keluhan yang teman Anda utarakan adalah Peyronie's Disease, yaitu sebuah keadaan terbentuknya lapisan jaringan  fibrosa parut (plak) yang keras di bawah kulit pada bagian atas atau bawah penis. Ketika penis mengalami ereksi, jaringan parut tersebut menarik bagian penis tersebut sehingga terbentuk penis yang bengkok. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri saat ereksi. Pada pemeriksaan fisik dapat dirasakan adanya plak yang keras di bawah kulit sisi yang bengkok. Penyebab tersering keadaan ini adalah trauma pada penis,. Beberapa obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan keadaan ini. Namun, banyak juga yang tidak diketahui penyebabnya. Faktor risiko keadaan ini adalah genetik (keturunan) atau keadaan lain yang serupa (jaringan yang mengeras sehingga menyebabkan bengkok) pada tangan atau kaki (kontraktur Dupuytren). Penyebab lain dapat berupa striktur pada uretra (riwayat trauma saluran kemih) atau hipospadia.

 

Umumnya, keadaan ini dapat membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun, tergantung penyebabnya dapat dilakukan tatalaksana dengan obat maupun dengan operasi. Biasanya dokter akan mengamati dulu perkembangan keadaan ini selama beberapa bulan sebelum memutuskan apakah akan diberikan pengobatan ataupun dilakukan operasi, karena beberapa tindakan (operasi maupun bukan operasi) dapat meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi.

 

Kami sarankan agar teman Anda berkonsultasi ke dokter spesialis urologi. Dokter tersebut dapat melakukan pemeriksaan secara lengkap, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan tambahan jika diperlukan. Pemeriksaan tambahan dapat berupa ultrasonografi penis untuk melihat struktur jaringan penis. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, teman Anda dapat memperoleh penanganan yang optimal dan sesuai dengan kondisi kesehatannya.

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. (JF)

 

Salam sehat selalu,

 

Tim Redaksi KlikDokter

 
 
 

0 Komentar

Belum ada komentar