Sukses

Pengaruh Kesuburan dan Siklus Haid

27 Jan 2015, 16:22 WIB
Wanita, 23 tahun.

Malam dokter, sya gadis 23th, mengalami masalah pada siklus haid. Haid pertama waktu SMP masih normal. Pada 2012 lalu, ketika Final pertandingan basket dikampusku saat itu hari pertama haidku pada bulan itu. Namun semenjak itu Haid saya langsung berhenti, dan siklusnya sberubah menjadi 2 bulan sekali. Pada 3 bulan terakhir saya beum mengalami haid sama sekali. Ada seorang dokter bilang, tubuhku yang termasuk gemuk bisa menjadi penyebabnya. Pertanyaan saya, apa kah itu berbahaya bagi kesuburan kandungan saya kelak? Dan bagaimana cara menangani nya agar haid saya lancar kembali? terima kasih dokter atas bantuannya.

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Saudari yang terhormat. Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Apakah terdapat keluhan lain seperti nyeri ketika haid, dan lainnya? Siklus menstruasi normal berlangsung antara 21-35 hari, dengan keluarnya darah menstruasi selama 2-8 hari, volume berkisar 20-60 ml per hari, atau sekitar 2-3 kali ganti pembalut. Bagaimana dengan volume darah haid yang keluar?

Adapun siklus menstruasi tidak teratur umumnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal, yang dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, antara lain:

  • Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama. Kapankah haid pertama Anda?
  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Kegemukan atau indeks massa tubuh (IMT) > 30. Berapakah IMT Anda?
  • Malnutrisi (kurang gizi)
  • Stres psikologis
  • Atlet, atau aktivitas fisik berat
  • Kekurangan vitamin K
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Kelainan pembekuan darah
  • Gangguan hormon tiroid

Selain gangguan hormonal, dapat juga terjadi gangguan organ kandungan. Untuk memastikannya, dapat dilakukan pemeriksaan USG kandungan. 

Untuk mengatasinya, cobalah beberapa tips dibawah:

1. Hindari Aktifitas Fisik yang Berat

Terlalu lelah adalah salah satu penyebab utama terlambatnya proses siklus haid. Hal ini karena tubuh membutuhkan sejumlah energi untuk meneruskan proses menstruasi secara teratur. Ketika jumlah energi habis karena adanya aktifitas yang berat, maka haid tidak datang tepat pada waktunya. Dan ketika siklus tidak lancar, maka sindrom pra-menstruasi juga dapat dirasakan. Untuk itu jagalah kondisi tubuh agar tetap fit dan tidak kelelahan.

Tubuh setiap manusia memiliki ambang lelah yang berbeda-beda, tergantung dari ketahanan stamina tubuh seseorang. Stamina dapat dilatih dengan berolahraga secara teratur Untuk memulai, cobalah jogging selama 15 menit dahulu, kemudian dilatih untuk menambah waktu minimal hingga 30 menit sehari.

2. Hindari Stres

Di atas batang otak manusia, terdapat satu struktur yang disebut hipotalamus. Hipotalamus memiliki beberapa fungsi dan yang terpenting adalah menghubungkan sistem saraf dengan kelenjar endokrin melalui kelenjar hipofisis atau pituitasi. Hipotalamus mengatur berbagai tingkatan hormon, termasuk hormon-hormon reproduksi wanita, yaitu esterogen dan progesteron.

Bila seorang wanita berada pada tekanan mental ekstrim seperti stres, maka produksi esterogen dan progesteronnya akan terganggu. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan siklus haid tidak teratur. Sama dengan stamina, ambang stres setiap orang juga berbeda- beda tergantung dari ketahanan jiwanya. Ketahanan jiwa berhubungan dengan tubuh yang sehat. Oleh karena itu, dengan melatih tubuh berolahraga teratur, tubuh akan menjadi lebih segar dan memiliki stamina yang baik sehingga tidak mudah terserang stres.

3. Asupan Gizi

Asupan nutrisi tepat untuk kebutuhan gizi tubuh sangat diperlukan. Karena status kualitas dari asupan nutrisi dan gizi mempengaruhi kinerja kelenjar hipotalamus yang memiliki peran mengendalikan kelancaran siklus haid yang ada.

Hindari minuman bersoda, minuman keras apalagi rokok. Mulailah dengan menjaga pola makan yang berkualitas. Yang penting bukan kuantitasnya, tapi kualitas nutrisi yang ada di setiap makanan atau minuman. Mulailah mengonsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan segar, sayur, gandum dan tinggalkan junk food dan makanan berlemak.

Mengenai kaitannya dengan kesuburan, seseorang dikatakan subur apabila terjadi ovulasi (pelepasan sel telur dari indung telur) pada setiap siklus haidnya. Agar seorang wanita dapat hamil, maka perlu terjadi ovulasi dalam siklus haidnya sehingga dapat terjadi pembuahan. Apabila seseorang tetap haid namun tidak terjadi ovulasi (anovulasi), maka proses pembuahan tidak dapat berlangsung dan kehamilan tidak akan terjadi. Anovulasi adalah tidak dikeluarkannya sel telur dari indung telur (ovarium). Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan anovulasi, antara lain:

  • Sindrom ovarium polikistik
  • Gangguan hormonal lain
  • Obesitas atau penurunan berat badan ekstrem

Gejala yang dapat dilihat, antara lain tidak adanya menstruasi (amenore), menstruasi yang jarang, menstruasi yang tidak teratur, peningkatan pertumbuhan rambut pada tubuh dan wajah (berhubungan dengan sindrom ovarium polikistik). 

Apabila periode menstruasi Anda semakin jarang atau terdapat keluhan di atas yang menyertai, kami sarankan agar Anda mengunjungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk pemeriksaan lengkap sehingga penyebab keluhan Anda dapat segera diketahui dan Anda dapat segera mendapatkan penanangan yang sesuai.

Berikut ini beberapa artikel yang dapat menambah informasi Anda:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,
Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar