Sukses

Riwayat Hamil di Luar Kandungan: Bisakah Hamil Normal?

23 Jan 2015, 13:47 WIB
Wanita, 38 tahun.

apa benar klau sdh oprasi hamil di luar kandungn sdh tdk bisa lg hamil lg dok mohon infox

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter Klikdokter.com,

Pada kehamilan ektopik, telur yang sudah dibuahi berimplantasi dan tumbuh di tempat yang tidak semestinya. Kehamilan ektopik paling sering terjadi di daerah tuba falopi (98%), meskipun begitu kehamilan ektopik juga dapat terjadi di ovarium (indung telur), rongga abdomen (perut), atau serviks (leher rahim).

Kehamilan ektopik merupakan salah satu penyebab terbesar kematian ibu pada triwulan pertama dari kehamilan. Resiko kehamilan ektopik sangat besar karena kehamilan ini tidak bisa menjadi normal.

Bila telur tersebut tetap tumbuh dan besar di saluran tuba maka suatu saat tuba tersebut akan pecah dan dapat menyebabkan perdarahan yang sangat hebat dan mematikan. Apabila seseorang mengalami kehamilan ektopik maka kehamilan tersebut harus cepat diakhiri karena besarnya risiko yang ditanggungnya.

Kehamilan ektopik seringkali disebabkan oleh:

  1. Merokok
  2. Kehamilan ektopik sebelumnya
  3. Riwayat infeksi di tuba falopi (salpingitis, PID : Pelvic Inflammatory Disease)
  4. Riwayat operasi pada tuba falopi
  5. Komplikasi dari pecahnya infeksi appendisitis (usus buntu)
  6. Endometriosis

No. 2, 3 dan 4 dapat menyebabkan terciptanya jaringan parut pada saluran tuba falopi sehingga hasil pembuahan tidak dapat berpindah ke rongga rahim dan terjebak di sepanjang saluran.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan peningkatan risiko kehamilan ektopik adalah:

  1. Usia di atas 35 tahun.
  2. Hubungan seksual dengan banyak partner.
  3. Fertilisasi (pembuahan) berbantu.

Pada minggu-minggu awal, kehamilan ektopik memiliki tanda-tanda seperti kehamilan pada umumnya, yaitu terlambat haid, mual dan muntah, mudah lelah, dan perabaan keras pada payudara.

Tanda-tanda yang harus diperhatikan pada kehamilan ektopik adalah:

  • Nyeri hebat pada perut bagian bawah, nyeri tersebut dapat terasa tajam awalnya kemudian perlahan-lahan menyebar ke seluruh perut. Nyeri bertambah hebat bila bergerak
  • Perdarahan vagina (bervariasi, dapat berupa bercak atau banyak seperti menstruasi tetapi bukan menstruasi)

Apabila seorang wanita dengan kehamilan ektopik mengalami gejala diatas, maka dikatakan bahwa wanita tersebut mengalami Kehamilan Ektopik Terganggu. Apabila anda merasa hamil dan mengalami gejala-gejala seperti ini maka segera temui dokter anda. Hal ini sangat penting karena kehamilan ektopik dapat mengancam nyawa apabila ruptur (pecah) dan menyebabkan perdarahan di dalam.

Orang yang pernah menderita kehamilan diluar kandungan bukan berarti tidak mampu hamil didalam kandungan. Seperti yang dijelaskan di atas, beberapa kelainan rahim dapat menyebabkan sulit masuknya hasil pembuahan ke dalam rahim sehingga hasil pembuahan berkembang di luar rahim. Bila kehamilan ektopik yang terjadi disebabkan oleh hal ini, maka bukan tidak mungkin tidak bisa terjadi kehamilan di dalam rahim dan kehamilan ektopik akan terulang kembali. Untuk memastikan ada tidaknya kondisi ini maka pemeriksaan oleh dokter Kebidanan dan Kandungan akan membantu.

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar