Sukses

Bisul di Bibir Vagina

22 Jan 2015, 16:11 WIB
Wanita, 29 tahun.

saya mo tanya dok, di bibir vagina saya terdapat benjolan semacam ingin bisul, membengkak, merah dan nyeri sakit sekali, bila duduk, berdiri dan tidur sakit. kira2 itu kenapa ya? berbahya tidak? dan adakah obat untuk mengempeskannya? terima kasih

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Daerah bibir luar vagina termasuk daerah yang memiliki kelenjar sebasea. Daerah kemaluan adalah daerah yang cukup lembab karena lokasinya dan selalu tertutup celana dalam. Maka dari itu, kelenjar sebasea ditambah daerahnya yang lembab membuat kulit daerah tersebut menjadi lebih mudah terinfeksi dan dapat menyebabkan keluhan seperti bisul. Maka dari itu penting untuk menjaga kebersihan di area kemaluan.

Secara umum, bintil-bintil di daerah vulva (sekitar vagina) dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, diantaranya:

  1. kondiloma akuminata (kutil kelamin)

  2. moluscum kontagiosum (infeksi virus pox)

  3. herpes simplex (infeksi virus herpes)

  4. scabies (infeksi oleh kutu)

  5. jerawat

  6. kelenjar sebasea yang sedang aktif

Selain itu ada juga beberapa penyakit yang dapat menyebabkan benjolan pada daerah bibir vagina. Berikut ini beberapa penyakit yang dapat menyebabkan benjolan pada bibir vagina:  

  1. Kista Bartholin/abses kelenjar Bartholin. Kista ini berasal dari kelenjar bartholin yang tersumbat. Setiap wanita memiliki sepasang kelenjar bartholin pada bibir vagina. Kelenjar yang tersumbat menyebabkan munculnya benjolan (kista) dan dapat pula terinfeksi sehingga meradang. Bila sudah radang, maka benjolan akan menjadi nyeri, kemerahan, dan hangat. Bila terdapat nanah kemungkinan sudah menjadi abses/bisul.

  2. Fibroma: tumor jinak yang berasal dari jaringan ikat pada bibir vagina

  3. Lipoma: tumor jinak yang berasal dari jaringan lemak.

  4. Sarkoma: tumor ganas yang berasal dari jaringan ikat.

  5. Adenocarcinoma Bartholin: tumor ganas dari kelenjar Bartholin

Untuk mengetahui jenis benjolan dan penyebabnya diperlukan pemeriksaan langsung. Karena itu, bila benjolan tersebut muncul kembali, ada baiknya bila diperiksakan ke dokter.

Sebaiknya Anda tidak mengkonsumsi sembarang obat, terutama antibiotik. Dosis, waktu, dan cara penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan Anda kebal terhadap antibiotik dan menimbulkan banyak kerugian. Kedua obat yang Anda minum membutuhkan resep dokter dan tidak boleh sembarangan dikonsumsi. Sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan terapi lebih lanjut.

Berikut artikel mengenai bahayanya kebal antibiotik sebagai tambahan informasi untuk Anda:

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (NO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar