Sukses

Mengatasi Keputihan karena Jamur

23 Jan 2015, 10:15 WIB
Pria, 25 tahun.

Selamat siang dok Bagaimana cara mengobati penyakit jamur candida ??? Soal ny sy sudah kedokter berkali" udh smbuh tapi muncul lagi Pdahal sy sudah ganti celana dalam 2x skali

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Kandidiasis merupakan istilah yang dipakai untuk infeksi jamur dari spesies Candida (Candida sp.), dengan jenis yang paling sering ditemukan adalah Candida albicans. Jamur ini dapat ditemukan dalam keadaab normal dalam jumlah kecil pada mulut, vagina, saluran pencernaan, dan kulit.

Dalam keadaan sehat, terdapat kuman lain dan sistem pertahanan tubuh yang menjaga berbagai kuman normal tubuh manusia. Bagaimanapun, pada keadaan dimana daya tahan tubuh menurun Candida akan semakin mudah berkembang dan menyebabkan infeksi pada organ tempat jamur tersebut berkembang secara normal. Faktor-faktor yang memengaruhi antara lain adalah diabetes, kehamilan, kekurangan zat besi, asam folat dan vitamin B12, kemoterapi, stres, serta penggunaan steroid jangka panjang.

Berdasarkan lokasi infeksinya, keluhan yang dapat ditimbulkan adalah:

  • Vagina : gatal, rasa terbakar, pembengkakan, keputihan
  • Mulut    : rasa tidak nyaman, terbakar, perubahan rasa pengecapan, terbentuk lesi putih pada dinding mulut
  • Saluran pencernaan: mual, nyeri menelan, diare, terbentuk lesi putih pada dinding saluran pencernaan
  • Kulit      : gatal, timbul lesi kulit khas

Jika keputihan Anda termasuk keputihan abnormal yang disebabkan oleh jamur maka perlu diobati dengan obat antijamur karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Jamur sangat menyukai tempat yang lembab sehingga penting untuk menjaga kebersihan dan kelembaban vagina. Selain itu hindari pula hal-hal yang dapat memicu timbulnya jamur  seperti stress dan penurunan daya tahan tubuh. Keputihan karena jamur mudah sekali kambuh.

Selain itu Anda dapat mengikuti tips berikut untuk menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Kami sarankan Anda untuk berkonsultasi kembali ke dokter spesialis kulit dan kelamin yang menangani Anda untuk mengatasi keluhan Anda

Berikut terdapat artikel untuk menambah informasi dan pengetahuan Anda :

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (AAS)

Salam,

 

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar