Sukses

Seputar Menopause

21 Jan 2015, 16:24 WIB
Pria, 29 tahun.

Salam Hangat, langsung saja dok, saya pria yang akan menikah dengan wanita yang umurnya diatas saya. Yang ingin saya tanyakan adalah, apakah yang dimaksud masa menopause bagi seorang wanita? Soalnya saya mendengar dari teman saya kalau masa menopause bagi wanita adalah tidak adanya cairan lagi di wanita tersebut, sehingga akan terasa sakit sewaktu berhubungan. Tentunya sakit bagi wanita itu sendiri, maupun bagi prianya karena tidak ada cairan. Jadi artinya tidak bisa atau tidak ada lagi gairah berhubungan. Apakah benar?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Menopause adalah tidak terjadinya periode menstruasi selama 12 bulan akibat dari tidak aktifnya folikel sel telur. Dalam pengertian awam adalah tidak terjadinya lagi siklus menstruasi. Umumnya gejala menopause adalah haid yang semakin berkurang, namun haid yang terus menerus dapat juga terjadi karena intinya adalah perubahan siklus menstruasi sebelum pada akhirnya berhenti.

Menopause adalah bagian dari periode transisi perubahan masa reproduktif ke masa tidak reproduktif. Usia rata-rata menopause berkisar 43 – 57 tahun namun tidak ada cara yang pasti untuk memprediksi kapan seorang wanita akan memasuki masa menopause. Selain itu, faktor keturunan juga berperan disini, seorang wanita akan mengalami menopause pada usia tidak jauh berbeda dari ibunya.

 

Gejala
Gejala-gejala yang normal dialami pada masa menopause dan cara menanganinya adalah :

  • Hot flashes

Hot flashes umum terjadi pada wanita menopause, berlangsung selama 30 detik sampai beberapa menit, dan kadang diikuti dengan berkeringat terutama malam hari. Lingkungan panas, makan makanan atau minuman panas atau makanan pedas, alkohol, kafein, dan stress dapat menyebabkan terjadinya hot flashes. Modifikasi gaya hidup, olahraga teratur, dan meredakan kecemasan dapat menurunkan gejala ini. Hubungi dokter bila memerlukan obat-obat antidepresi atau terapi hormonal.

  • Kekeringan pada vagina

Gejala pada vagina dikarenakan vagina yang menjadi lebih tipis, lebih kering, dan kurang elastik berkaitan dengan turunnya kadar hormon estrogen.  Gejalanya adalah kering dan gatal pada vagina atau iritasi dan atau nyeri saat bersenggama. Dapat menggunakan pelumas vagina yang dijual bebas atau krim pengganti estrogen yang digunakan dengan mengusapkannya pada vagina. Apabila terjadi perdarahan setelah menggunakan krim estrogen segera pergi ke dokter

  • Gangguan tidur

Lakukan latihan fisik sekitar 30 menit per hari tapi hindari berolahraga dekat dengan waktu tidur. Hindari alkohol, kafein, makan dalam jumlah besar, dan bekerja tepat sebelum waktu tidur. Usahakan suhu kamar tidur tidak terlalu panas. Hindari tidur siang dan coba untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya. Dapat dilakukan latihan relaksasi seperti meditasi sebelum tidur

  • Gangguan daya ingat

Tidur dalam jumlah yang cukup dan usahakan tetap aktif selalu

  • Perubahan mood

Tidur dalam jumlah yang cukup dan usahakan aktif selalu

  • Penurunan keinginan berhubungan seksual

Pada beberapa kasus penyebabnya adalah faktor emosi. Selain itu, penurunan kadar estrogen menyebabkan kekeringan pada vagina sehingga berhubungan seksual menjadi tidak nyaman dan sakit. Konsumsi hormon androgen dapat meningkatkan gairah seksual dan pemakaian pelumas dapat mengurangi nyeri. Beberapa wanita mengalami perubahan gairah seksual akibat rasa rendah diri karena perubahan pada tubuhnya. Grup konseling dapat membantu

  • Gangguan berkemih

Kadar estrogen yang rendah menyebabkan penipisan jaringan kandung kemih dan saluran kemih yang berakibat penurunan kontrol dari kandung kemih atau mudahnya terjadinya kebocoran air seni (apabila batuk, bersin, atau tertawa) akibat lemahnya otot di sekitar kandung kemih. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

Hal tersebut diatasi dengan latihan panggul (pelvic floor exercise) atau Kegel. Kontraksikan otot panggul seperti ketika sedang mengencangkan atau menutup vagina atau membuka anus (dubur). Tahan kontraksi dalam 3 hitungan kemudian relaksasikan. Tunggu beberapa detik dan ulangi lagi. Lakukan latihan ini beberapa kali dalam sehari (dengan total 50 kali per hari) maka dapat memperbaiki kontrol kandung kemih

  • Perubahan fisik lainnya

Distribusi lemak tubuh setelah menopause menjadi berubah, lemak tubuh pada umumnya terdeposit pada bagian pinggang dan perut. Selain itu terjadi perubahan di tekstur kulit yaitu keriput dan jerawat. Sejak meopause, badan wanita menghasilkan sedikit hormon pria testosteron yang mengakibatkan beberapa wanita dapat mengalami pertumbuhan rambut pada bagian dagu, bagian bawah dari hidung, dada, atau perut.

 

Namun diperlukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk menentukan ada tidaknya  suatu kelainan pada sistem reproduksi Anda. Bila tidak ada maka sangat mungkin kondisi ini disebabkan oleh masa perimenopause (transisi ke masa menopause), yaitu mulai terjadi ketidak seimbangan hormonal. Yang terpenting saat ini adalah penerapan pola hidup sehat:

  1. Makan makanan sehat yang rendah lemak, tinggi serat; asupan kalsium cukup, hindari rokok dan batasi konsumsi kafein
  2. Olahraga teratur minimal 30 menit 3x/hari
  3. Usahakan lebih rileks, kurangi stress (seperti dengan meditasi atau yoga).

Dengan mempertahankan pola hidup sehat, diharapkan dapat membantu  mengurangi ketidaknyaman dari gejala yang ada dan tetap sehat sepanjang masa perimenopause/menopause.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (AAS)

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar