Sukses

Seputar Golongan Darah

21 Jan 2015, 13:16 WIB
Pria, 26 tahun.

saya belum cek gol. darah ibu/bapa dokter hehehe

dr. Mega Putri

Dijawab Oleh:

dr. Mega Putri

GOLONGAN DARAH

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Dari segi kesehatan Golongan darah adalah ciri khusus darah  dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh).

Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:

  • Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya
  • Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya
  • Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B
  • Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B

Tabel pewarisan golongan darah kepada anak dapat anda lihat di bawah ini :

 

Ibu/Ayah

O

A

B

AB

O

O

O, A

O, B

A, B

A

O, A

O, A

O, A, B, AB

A, B, AB

B

O, B

O, A, B, AB

O, B

A, B, AB

AB

A, B

A, B, AB

A, B, AB

A, B, AB

 

Sedangkan Penggolongan darah Rhesus (Rh) ada 2 yaitu positif atau negatif. Seorang dengan golongan darah rhesus positif, maka memiliki dapat memiliki genotipe Rh+  atau Rh-, dapat kita analogikan dengan varian kombinasi rhesus ++ atau +-. Sedangkan bila golongan darahnya rhesus negatif, maka hanya memiliki genotipe Rh- .

1. Bila seorang dengan Rhesus positif (++) menikah dengan seorang dengan rhesus positif (++) , semua keturunannya akan memiliki rhesus positif (++).
2. Bila seorang dengan Rhesus positif (+-) menikah dengan seorang dengan rhesus positif (++), semua keturunannya akan memiliki rhesus positif, dengan varian 50% rhesus positif (++) dan 50% rhesus positif (+-).
3. Bila seorang dengan Rhesus positif (+-) menikah dengan seorang dengan rhesus positif (+-), keturunannya akan memiliki rhesus positif dan negatif. Dengan perbandingan varian : 25% rhesus positif (++), 50% rhesus positif (+-) dan 25% rhesus negatif (--).

Resiko terkena suatu penyakit tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi fisik dari individu, tapi juga genetik dan lingkungan (kebiasaan pola hidup, gaya hidup). Untuk itu golongan darah bukan menjadi satu-satunya patokan bahwa seseorang akan lebih rentan terkena sutu penyakit tertentu.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar