Sukses

Mengatasi Diare & Meningkatkan Berat Badan Anak

21 Jan 2015, 16:00 WIB
Pria, 1 tahun.

Siang dok, Anak saya usia 1 tahun, sekarang terkena diare, 2 hari belum sembuh, sudah ke bidan dan diberi obat, tapi masih belum sembuh. Berat badan anak saya 8,3, terlihat kurus. Mohon petunjuk dari dokter, bagaimana mengatasi diare dan apa obat yang tepat, serta bagaimana meningkatkan berat badan anak saya? Terima kasih Salam Puput, jatim

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter. 

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Diare pada anak memang biasanya paling sering disebabkan karena rotavirus yang mengeluarkan toxin sehingga menyebabkan diare. Diare terjadi juga sebagai salah satu mekanisme untuk pengeluaran toxin tersebut dari saluran pencernaan (usus). Dan  diare ini akan membaik dengan sendirinya.

Yang perlu diperhatikan selama diare dan muntah-muntah terjadi adalah menjaga agar tidak terjadinya kekurangan cairan dan elektrolit (dehidrasi). Bila anak masih dapat minum maka dapat diberikan cairan elektrolit, jika anak sudah lemas dan tidak dapat minum maka perlu dilakukan penambahan cairan dan elektrolit melalui infus.  Kami sarankan bila diare anak tak kunjung sembuh sebaiknya segera bawa ke dokter spesialis anak, dokter akan memberikan pengobatan yang diperlukan.

Bergantung pada usianya, anak sebaiknya diberikan makanan yang dapat membantu penyembuhan dan memberikan energi. Hindari pemberian susu, makanan yang terlalu berbumbu, dan makanan yang sulit dicerna. Pisang dapat diberikan sebagai sumber elektrolit (kalium) sehingga tidak lemas. Makanan berserat, sayur, dan buah dapat membantu membentuk massa tinja menjadi lebih padat. \

Meningkatkan Berat Badan Anak

Keinginan dari setiap orang tua yang menginginkan putra/putri nya terlihat subur. Namun, tentunya yang terpenting adalah putra/putri Anda sehat dan memiliki berat badan yang ideal, karena gemuk bukan berarti selalu bagus.

Mengenai tubuh yang kurus, selama berat badan dan tinggi badan masih berada dalam kisaran normal, jangan khawatir karena penampakan tubuh kurus mungkin terlihat karena anak lebih tinggi daripada anak sebaya yang dikarenakan turunan orang tua. 

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan anak selain faktor genetik adalah faktor asupan nutrisi dan aktivitasnya. Apabila makannya biasa dan aktivitasnya banyak tentu saja berat badannya tidak akan meningkat. Untuk meningkatkan berat badan, yang diperlukan adalah asupan atau input lebih besar dari aktivitas atau output. 

Apabila anak Anda tergolong aktif, maka makan atau susunya pun harus banyak. Pemberian snack diselang makan besar dapat sering Anda berikan (2-3 jam sekali). Pilihlah makanan sehat yang banyak berkalori tinggi (roti, bubur, kue) dan bukannya makanan jajanan yang tidak bernutrisi (chiki, permen).

Pastikan anak Anda tidur siang dan tidur cukup di malam hari (8-10 jam) guna membangun metabolismenya. Namun yang perlu Anda perhatikan adalah pola makannya, apabila pola makan anak Anda baik, dalam artian anak banyak makan dan minum susu dan terlihat aktif, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari anak Anda, meskipun berat badannya tidak naik signifikan.

Faktor lainnya juga adalah penyakit terutama penyakit kronis seperti infeksi kronis (infeksi saluran kemih), anemia (kekurangan zat besi), serta hal lain yang bisa menyebabkan gagal tumbuh (adanya kelainan di jantung, hormon, dan sebagainya). Perhatikan juga tanda cacingan seperti lemah, lesu, atau keluar cacing dari dubur. Apabila terdapat tanda seperti yang kami katakan, kami menyarankan Anda melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis anak, mungkin anak Anda memerlukan obat cacing.

Anda dapat menggunakan fitur pertumbuhan anak yang terdapat pada bagian bawah dari halaman Rubrik Tumbuh Kembang Anak.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (AAS)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar