Sukses

Oligoteratozoospermia
12 Mar 2015, 16:39 WIB
Wanita, 34 tahun.

Dok mau tanya, untuk hasil sperma suami saya oligo,teratoozoosperma kemungkinan ada infeksi. Apa hasil sperma suami saya bisa saya jadi hamil atau engga? makasih dok atas jawabannya

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kualitas sperma lebih baik diketahui melalui analisis sperma. Melalui analisis sperma kita akan mengetahui jumlah sperma, pergerakan sperma apakah aktif bergerak atau diam di tempat, dan bentuk sperma apakah ada gangguan bentuk atau tidak. Semua hal ini tidak dapat diketahui dengan pemeriksaan dengan sekedar melihat sperma dengan mata saja karena memerlukan pewarnaan dan penggunaan mikroskop. Berdasarkan analisis sperma yang Anda paparkan, maka maknanya adalah bahwa jumlah, bentuk dan pergerakan sperma tidak optimal. izinkan kami menjelaskan tentang serba serbi kesehatan sperma.

Pada saat ejakulasi, seorang pria normalnya akan mengeluarkan cairan sebanyak 2-5 ml yang terdiri dari cairan mani dan sperma. Secara normal pada saat ejakulasi, akan dikeluarkan cairan ejakulat yang berwarna putih karena memiliki banyak kandungan sperma yang kaya akan protein. Sperma ini dihasilkan oleh testis dan baru akan dikeluarkan bersama dengan air mani saat ejakulasi.

Cairan mani (semen) yang normal umumnya berwarna putih atau keabu-abuan. Namun warna semen dan konsistensi dapat bervariasi tergantung usia, makanan dan frekuensi ejakulasi. Pada awal ejakulasi, semen terlihat tebal dan lengket, namun akan mencair 20-30 menit kemudian.

Ciri sperma yang baik atau normal (normospermia) dapat diketahui melalui pemeriksaan analisa sperma dengan ketentuan memiliki jumlah yang normal (N: >20 jt/cc), gerakan normal  (N:>50%), dan bentuk sperma normal (N:>30%).

Dari hasil pemeriksaan sperma Anda didapatkan hasil oligoteratozoospermia (jumlah dan pergerakan sperma tidak normal). Jika terdapat gangguan pada jumlah sperma dan kualitas sperma dapat terjadi akibat:

  • Kelelahan

  • Tidur yang kurang

  • Kegemukan

  • Kebiasaan merokok dan minum minuman keras

  • Faktor psikologi : stress berkepanjangan, panik, depresi

  • Faktor lingkungan (radiasi atau bekerja di lingkungan yang tinggi cemarannya, seperti kawasan industri)

  • Suhu di sekitar testis yang terlalu panas, misalnya pada orang yang bekerja terus-menerus di dekat panas seperti supir atau juru masak, atau memakai celana yang terlalu ketat juga bisa mengganggu kesehatan testis

  • Ketidakseimbangan hormon testosteron

  • Varicocele (pembesaran pembuluh darah vena di buah zakar)

  • Infeksi saluran reproduksi

  • Kelainan kromosom

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis andrologi atau spesialis bedah urologi mengenai diagnosis dan tatalaksana lebih lanjut untuk masalah Anda.

Berikut kami sertakan pula beberapa artikel yang sekiranya dapat bermanfaat bagi Anda:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar