Sukses

Penanganan Tekanan Darah Tinggi

22 Jan 2015, 16:48 WIB
Pria, 43 tahun.

Pada hari sabtu saya makan sate, ketika hari senin pagi baru terasa pusing2 dan saya cek tensi adalah 115 - 165, padahal pada hari minggu saya tidak banyak makan dan malah mengkonsumsi jus melon (yg katanya baik utk darah tinggi) bagaimana agar saya bisa menjaga tensi agar tidak naik terlalu tinggi ?

Terima kasih atas pertanyaan Anda 

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan, mungkin yang dimaksud oleh Anda adalah tekanan darah 165 /115 mmHg, apakah Anda melakukan pemeriksaan dengan menggunakan tensimeter digital? jika iya cobalah Anda melakukan pemeriksaan dengan menggunakan tensimeter air raksa, jika hasilnya tetap tinggi maka ada kemungkinan Anda memilki tekanan darah yang tinggi. 

Seseorang dikatakan menderita tekanan darah tinggi (hipertensi) jika dalam 3 kali pengukuran tekanan darah berturut-turut di waktu yang berbeda menunjukkan hasil tekanan sistole (angka yang pertama) ≥ 140 mmHg atau tekanan diastole (angka yang kedua) ≥ 90 mmHg. Hasil tekanan darah yang tinggi hanya dengan satu kali pemeriksaan belum dapat didiagnosis menderita tekanan darah tinggi karena hasil tekanan darah dapat meningkat saat seseorang dalam kondisi stres atau setelah beraktivitas, dll. 

Jika setelah beberapa kali pemeriksaan didapatkan hasil tekanan darah lebih tinggi dari normal, dapat dikatakan bahwa menderita darah tinggi. Pada tahap awal, terapi darah tinggi dapat dilakukan dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti :

  • Olahraga teratur, minimal 3x/minggu masing-masing selama minimal 30 menit, seperti jalan kaki, jogging, berenang
  • Kurangi berat badan.
  • Kurangi asupan garam
  • Kurangi mengkonsumsi makanan yang digoreng
  • Perbanyak asupan makanan berserat seperti buah-buahan dan sayuran
  • Berhenti merokok dan hindari konsumsi alkohol

Jika dengan melakukan perubahan gaya hidup tersebut tekanan darah tetap tinggi, maka diperlukan terapi dengan obat-obatan untuk mengatasi hipertensi. Hipertensi yang tidak diterapi dapat menyebabkan berbagai komplikasi berupa gangguan jantung, pembuluh darah, gangguan ginjal, merusak kerja mata, menimbulkan kelainan atau gangguan kerja otak, dll.

Terapi obat-obatan dapat membantu mengendalikan tekanan darah, dan pada banyak kasus memang diperlukan seumur hidup agar tekanan darah terkontrol. 

Pada dasarnya, penggunaan obat anti hipertensi dapat dihentikan jika tekanan darah terkontrol. Hal ini memerlukan pemantauan dan pemeriksaan rutin. Bila tekanan darah Anda sudah terkontrol baik, tidak memburuk lagi, dan stabil terkontrol baik hanya dengan modifikasi diet dan olah raga maka pengobatan dapat dikurangi untuk kemudian dihentikan bila memungkinkan. 

Pada kenyataannya, sebagian besar penderita hipertensi perlu mengkonsumsi obat seumur hidup untuk mengontrol tekanan darah tubuh karena sangat sulit untuk mendapatkan kondisi ideal seperti yang disebutkan di atas. Kondisi yang kami sebutkan di atas sangat jarang terjadi, namun bukan tidak mungkin. Untuk itu, kontrol yang rutin dan teratur dengan dokter Anda sangat diperlukan untuk pemantauan hipertensi dan juga pemantauan terjadinya komplikasi. Bila obat dihentikan ketika tekanan darah belum terkontrol dengan baik, maka hipertensi akan terus menyebabkan komplikasi secara sistemik, seperti menyebabkan stroke, gagal ginjal, gagal jantung, dan masalah penglihatan.

Untuk informasi Anda lebih lengkap, kami sertakan beberapa artikel yang baik untuk dibaca terkait dengan tekanan darah tinggi (hipertensi):

Hipertensi

Hipertensi Makin Muda

Garam Berperan dalam Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Kurangi Asupan Garam untuk Mencegah Hipertensi

Penderita Hipertensi Hati-Hati Konsumsi Daging!

Mengatasi Hipertensi dengan Diet Sehat

6 Tips Meredam Hipertensi

8 Tips Alami Kontrol Tekanan Darah

5 Bahaya karena Hipertensi

Waspada Kematian Mendadak Hipertensi

 

Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

    0 Komentar

    Belum ada komentar