Sukses

Gatal di Belakang Lutut

20 Jan 2015, 14:14 WIB
Pria, 24 tahun.

Terimah kasih dok, sya andre, gatal2 d bgian blakang kedua lutut saya derita dri umur 10,11-24thn skg. pernah hilang tpi muncul lgi, klau muncul, benar2 gatal, bengkak2 kecil, luka, dn bersisik. Di seluruh bagian blakang lipatan lutut saya. Krna terlalu lama d biarkan kulitnya jdi menghitam. Apa perlu penanganan medis dok? Mohon penjelasannya. :)

Terima kasih atas pertanyaan Anda 

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Keluhan Anda adalah gatal di belakang lutut. Keluhan ini mengarah kepada eksim. Daerah belakang lutut dan lipatan-lipatan kulit merupakan daerah yang lembab, seringkalo terjadi peradangan kulit pada daerah tersebut. 

Eksim adalah bahasa awam untuk dermatitis atau peradangan pada kulit. Eksim dapat dipicu oleh pencetus (alergen) yang berkontak dengan kulit, hal tersebut terjadi pada orang  yang sensitif terhadap iritasi di kulit. Kulit kering, kemerahan, rasa gatal dan panas merupakan salah satu gejala eksim. Untuk beberapa kasus, seperti Anda, eksim dapat muncul berulang-ulang atau berlangsung secara kronik (dalam jangka waktu lama). Kebiasaan untuk menggaruk kulit yang gatal tersebut justru akan memperparah kondisi kulit dan pengobatan dapat berlangsung lebih lambat.

Penyebab dari eksim belum diketahui. Diperkirakan berhubungan dengan sistim kekebalan tubuh yang berkaitan dengan reaksi alergi. Kontak dengan bahan alergen (pencetus alergi) akan dapat memicu kambuhnya eksim kembali. Bahan-bahan alergen (yang juga mungkin didapatkan berkontak dengan Anda adalah sabun, detergen, udara (dingin, panas, lembab), krim, parfum, keringat, garukan, bakteri, emosi atau stres, pakaian, dan perhiasan. Eksim memang tidak menular tapi dapat diturunkan.

Penyakit eksim memang sulit dan membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Cara terbaik untuk menghindari eksim kambuh kembali adalah mengenali faktor pencetus apa yang dapat membuat eksim Anda kambuh kembali (detergen, pelembab, atau stres) dan sebisa mungkin hindari pencetus tersebut. Langkah selanjutnya adalah mencegah kulit kering dengan menggunakan sabun bayi dan mengoleskan pelembab pada kulit, dan hindari menggaruk.

Apabila memang alergen sulit untuk dihindari maka dapat dioleskan salep kortikosteroid lemah. Ingatlah untuk mengoleskannya hanya ketika eksim sedang kambuh. Hindari stres, makan bergizi, dan beristirahat teratur. Kortikosteroid topikal apabila digunakan dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan penipisan kulit, hipopigmentasi, dan jerawat. Efek sistemiknya adalah supresi pertumbuhan dan supresi adrenal.

Untuk meminimalisasi risiko tersebut, maka sebaiknya krim kortikosteroid hanya dioleskan pada daerah eksim selama 2-3 minggu, 1x/hari, digunakan di sore hari, dan mengoleskan pelembab pada eksim apabila tidak menggunakan krim tersebut. 

Apabila gejala terus berlanjut maka sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk dilakukan pemeriksaan fisik dan dievaluasi lebih lanjut.

 

Demikian informasi yang dapat diberikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat, 

    0 Komentar

    Belum ada komentar