Sukses

Mengobati Halusinasi

03 Jun 2015, 11:23 WIB
Pria, 30 tahun.

bagaimana mengobati halusinasi dalam pikiran

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Halusinasi adalah persepsi panca indera yang terjadi tanpa adanya rangsangan dari luar pada reseptor-reseptor panca indera. Dengan kata lain, halusinasi adalah persepsi tanpa obyek. Halusinasi merupakan salah satu tanda gangguan jiwa yang cukup serius dan sering dijumpai pada pasien-pasien Skizofrenia.

Namun tidak semua halusinasi tersebut merupakan suatu gangguan karena ada halusinasi yang terjadi pada orang normal yaitu halusinasi yang terjadi sesaat sebelum terlelap tidur dan saat bangun tidur yang disebut halusinasi hipnogogik dan hipnopompik.

Halusinasi yang tidak normal (patologis) adalah halusinasi yang sesuai dengan panca indra, yaitu  :

  • Halusinasi auditorik (pendengaran), jenis ini paling sering terjadi dibandingkan dengan jenis lainnya. Penderita mendengar suara-suara orang yang berbicara atau mendengar suara-suara kacau balau yang tidak jelas yang sebenarnya tidak ada.
  • Halusinasi visual (penglihatan), penderita melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada seperti melihat bayangan, kilatan sinar suci atau melihat sesorang yang telah meninggal.
  • Halusinasi olfaktorik (pembauan), penderita mencium bau tertentu yang sebenarnya tidak ada di tempat tersebut.
  • Halusinasi taktil (perabaan), penderita merasakan adanya sentuhan baik yang membuatnya merasa nikmat atau tidak nyaman yang sebenarnya rangsangan tersebut tidak ada.
  • Halusinasi gustatorik (pengecapan), penderita merasakan ada rasa makanan atau rasa suatu zat yang sebenarnya hal tersebut tidak ada.

Halusinasi ini dengan obat-obat antipsikotik, yang klasik maupun yang baru dan mahal, cepat sekali dihilangkan. Tapi pada individu tertentu hal ini bisa bertahan cukup lama. Ini disebabkan status mental manusia, jenis dan beratnya konflik yang dialami berbeda-beda. Pada kebanyakan orang bisa cepat hilang dalam waktu 2 minggu, tapi pada orang lain bisa kambuh-kambuhan, atau malah menetap, apalagi bila minum obatnya tidak teratur.

Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter psikiatri agar mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kondisi Anda.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar