Sukses

Penggunaan Krim Pemutih Wajah Saat Hamil

20 Feb 2015, 11:49 WIB
Wanita, 25 tahun.

Siang..dok sy mau tanya sy kn sdg hamil muda boleh gak sy ttp menggunakan cream pemutih wajah..ada efek atau berbahaya kah utk janin sy. Terima kasih..

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Setiap wanita mendambakan penampilan cantik dan sehat. Namun upaya dalam mewujudkan penampilan yang diinginkan tersebut perlu dilakukan dengan cermat dan bijaksana, seperti dalam pemilihan jenis produk perawatan kulit, metodenya, serta pemilihan kosmetik. Terutama ketika sedang hamil, seorang wanita perlu lebih bijaksana dalam memilih produk yang tidak membahayakan kesehatan ibu dan janin. 

Seiring dengan kehamilan, wanita mengalami perubahan hormonal dalam tubuhnya. Manifestasi pada kulit yang sering ditemukan adalah jerawat, kulit semakin kering atau berminyak, rasa gatal, dan sebagainya. Di pasaran sangat banyak tersedia produk kecantikan terutama untuk memutihkan/mencerahkan kulit. Senantiasa baca dengan seksama kandungan yang terdapat pada produk tersebut, dan konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakannya untuk menghindari efek samping terhadap perkembangan janin Anda. 

Penggunaan produk atau krim untuk pemutihan kulit umumnya mengandung zat seperti AHA, glycolic acid, atau Hidroquinon.  Sebaiknya tunda dahulu penggunaan krim tersebut selama kehamilan Anda. Memang selama ini belum ada laporan mengenai masalah pemakaian zat tersebut pada Ibu hamil, tapi tetap waspada sebelum menggunakannya. Jika Anda tetap ingin memilih produk tertentu, konsultasikan dahulu dengan dokter Anda.

Namun bukan berarti Anda tidak dapat tampil cantik, Anda tetap dapat merawat kulit Anda dengan menerapkan tips berikut:

1. Makanan dan minuman seimbang untuk kulit

Tidak hanya tubuh yang memerlukan makanan yang seimbang, kulit pun memerlukan hal yang sama. Berilah makanan seperti minyak ikan, kedelai, nasi, sayur-sayuran, dan buah-buahan untuk kesehatan kulit. Namun hati-hati saat mengkonsumsi gula, karena menurut penelitian terbaru, konsumsi gula yang berlebihan dapat memicu timbulnya jerawat dan merusak lapisan kolagen. Selain itu, ibu hamil beresiko tinggi terkena diabetes, karena itu perlu adanya batasan saat mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula. Daripada ibu mengonsumsi kopi atau teh manis, lebih baik ibu mengonsumsi teh hijau atau jus buah yang mengandung antioksidan, karena minuman-minuman tersebut dapat membantu memperlambat proses penuaan pada kulit.

2. Hindari Chemical Peeling

Peeling memang memberikan hasil yang instan, namun peeling sangat tidak dianjurkan bagi ibu hamil. Dikhawatirkan krim yang dipakai untuk peeling mengandung zat-zat berbahaya seperti hydroquinon, Retin A, dan Rhodamin yang dapat mengakibatkan efek samping pada embrio, efek teratogenic (berbahaya untuk janin) yang memungkinkan terjadinya cacat janin.

Cara yang aman untuk merawat kulit wajah bukan dengan mengelupas kulit sampai melebihi lapisan kulit mati yang seharusnya dikelupas. Jadi tidak perlu melakukan chemical peeling, karena kulit seseorang pada dasarnya mengalami pertumbuhan setiap 21 hari untuk meregenerasi.

Cukup dengan rajin membersihkan wajah dan menjaga kelembapannya, maka kulit wajah ibu akan menjadi lebih sehat dan bersih. Namun tetap hati-hati saat memilih pelembab wajah, jangan sampai pelembab tersebut mengandung zat-zat yang membahayakan janin ibu.

3. Jaga kelembaban kulit

Hal yang paling sering dikeluhkan oleh ibu hamil adalah masalah kulit kering dan gatal. Untuk itu, saat mandi gunakan sabun cair khusus ibu hamil yang mengandung olive oil (minyak zaitun), vitamin E dan juga ekstra moisturizer yang dapat melembabkan kulit ibu sehingga terhindar dari kulit kering dan juga gatal. Usahakan agar memilih wangi yang tidak membuat ibu mual. Selain itu, gunakan pelembab khusus ibu hamil yang berguna untuk menjaga kelembaban dan elastisitas kulit, mencegah dan menyamarkan strechmarks.

Ibu juga dapat memperoleh informasi lebih lanjut pada artikel yang telah kami siapkan: 

Demikian penjelasan kami. Semoga dapat bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar