Sukses

Sulit dan Rasa Perih Saat BAB serta sering Buang Air Kecil

20 Jan 2015, 19:20 WIB
Pria, 19 tahun.

dok, sudah 2hari ini saya susah BAB, ada rasa perih ketika mau mengeluarkan fesesnya/saat mengejan, alhasil duduk pun jadi tidak nyaman\ badan juga jadi pegal-pegal, disertai dengan terlalu mudah buang air kecil, dan juga mudah mengantuk sebenarnya apa yang terjadi?

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter Klikdokter.com

Sulit buang air besar, atau yang biasa disebut dengan konstipasi, merupakan suatu keadaan dimana feses menjadi lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan sehingga frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang dari biasanya. Frekuensi buang air besar berbeda-beda pada setiap orang. Tidak semua orang mampu buang air besar setiap hari. Susah buang air besar disebut juga konstipasi.

Konstipasi terjadi karena kecepatan makanan melewati kolon (usus besar) terlalu lambat, sehingga kolon memiliki waktu yang lebih banyak untuk menyerap air yang terkandung dalam sisa-sisa makanan, dan hal ini menyebabkan feses menjadi keras dan kering. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya konstipasi antara lain:

  • Kurang minum untuk waktu yang lama

  • Kurang olah raga

  • Kurang asupakan makanan berserat

  • Konsumsi kafein, teh atau alkohol yang berlebihan

  • Kebiasaan menunda buang air besar.

  • Penggunaan beberapa jenis obat, seperti obat penghilang rasa sakit dan pereda batuk yang mengandung kodein, obat antidepresi, obat antikejang, suplemen zat besi, beberapa jenis obat-obatan antihipertensi, dan obat-obatan yang mengandung kalsium dan aluminium

  • Penggunaan obat-batan pencahar secara berlebihan dan untuk waktu yang lama. Penggunaan obat pencahar secara berlebihan dapat merusak persarafan dan dinding usus besar sehingga menimbulkan terjadinya konstipasi.

  • Kelainan hormonal, seperti pada keadaan hipotiroidisme, hiperparatiroidisme, dan keadaan dimana kadar estrogen dan progesteron tinggi dalam darah seperti saat menstruasi dan saat hamil.

  • Adanya penyakit yang diderita yang menimbulkan gangguan pada persarafan dinding kolon seperti : kencing manis, skleroderma, dan kanker kolon.

  • Adanya kelainan pada sistem persarafan tubuh, seperti pada penderita penyakit parkinson, multiple sklerosis, dan kelainan tulang belakang.

  • Adanya luka pada kulit anus

  • Adanya kelainan psikologis akibat kecemasan yang berlebihan, dan sebagainya.

Sebagian besar kasus konstipasi dapat diatasi dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti :

  • Konsumsi makanan berserat tinggi setiap hari.

  • Tingkatkan asupan cairan ke dalam tubuh minimal 8 gelas sehari (2 gelas saat bangun pagi, 4 gelas sepanjang hari, 2 gelas saat akan tidur). Konsumsi makanan yang kaya akan serat harus diimbangi dengan minum cairan dalam jumlah banyak. Peningkatan asupan cairan ke dalam tubuh tanpa diikuti oleh peningkatan asupan serat tidak akan memberikan pengaruh yang bermakna dalam mengatasi konstipasi.

  • Olahraga secara teratur

  • Jangan menunda keinginan untuk BAB.

Rasa nyeri yang anda rasakan kemungkinan akibat terdapat iritasi/ perlukaan daerah anus saat sedang mengalami sulit BAB. Yang harus diperhatikan, apakah terdapat darah atau daging yang keluar bersamaan dengan BAB? Karena gejala tersebut mengarahkan pada kondisi terjadinya hemoroid (wasir/ ambeien). Sedangkan untuk menatalaksana kondisi sering buang air kecil, banyak pertanyaan yang masih harus digali. Apakah asupan minum anda juga bertambah? Karena bila asupan minum banyak, maka normal bila BAK anda juga bertambah. Adakah keluhan anyang-anyangan, rasa nyeri, gatal dan panas menyertai? Bila terdapat gejala ini maka kemungkinan anda mengalami infeksi saluran kemih. Jika masalah konstipasi  dan sering buang air kecil sudah berlangsung cukup lama sebaiknya segera memeriksakan diri Anda ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. 

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Smeoga bermanfaat.

Salam,

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar