Sukses

Penyebab Muntah Darah

22 Jan 2015, 21:55 WIB
Pria, 19 tahun.

asslamualaikum dok,, trimakasih sebelum dan sesudahnya dok,, saya mau bertanya tentang MUNTAH DARAH dok,, apa penyebabnya dan biasanya penyakit apa hingga menyebabkan muntah darah dok, bagaimana mengatasinya ,, walaikumsalam,Wr,wb..

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Banyak penyebab dari muntah darah, diantaranya sakit lambung, saluran pencernaan dan hati. Salah satu penyakit hati yang dapat menyebabkan muntah darah adalah sirosis hati. Sirosis hati merupakan suatu kondisi terminal dari penyakit hati kronik. Di Indonesia, seringkali penyakit ini disebabkan oleh infeksi hepatitis B dan C. Sebagian pasien yang terinfeksi hepatitis B atau C bisa saja tidak memiliki keluhan (tanpa gejala/asimtomatik). Hal ini baru disadari saat penyakit telah memasuki stadium akhir. Selain infeksi sirosis hati dapat juga disebabkan karena perlemakan hati (fatty liver), kebiasaan minum alkohol dalam waktu lama dan rutin, obat – obatan yang menganggu fungsi liver dalam waktu yang lama, jamu – jamuan, dan makanan dengan bahan pengawet. Untuk membaca lebih jelas mengenai sirosis hati, Ibu dapat mengunjungi halaman artikel kami berikut ini: 

Jika sirosis hati yang terjadi dikarenakan adanya infeksi Hepatitis B atau C, maka penularan yang terjadi adalah melalui cairan tubuh umumnya seperti darah, sperma, dan mungkin sejumlah kecil melalui keringat (beberapa persen). Namun, jika sirosis hati disebabkan karena penyebab non infeksi maka tidak akan menular. Sebaiknya,jika sirosis hati tersebut disebabkan oleh proses infeksi, tangani penyebabnya (apakah virus hepatitis B atau C).

Kami lampirkan sebuah artikel untuk menambah wawasan Anda:

Tanda-Tanda Sirosis Hati

Risiko dari muntah darah tentu adalah kekurangan darah, yaitu anemia. Jika muntah darah banyak, kekurangan volume darah yang terjadi bisa begitu banyak sehingga bisa mengancam kestabilan tanda vital teman Anda. Jika tidak diterapi dengan tepat, muntah darah masif dapat berakibat pada kematian.

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (AN)

Salam,

 

Redaksi Klikdokter

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar