Sukses

Cairan Organ Intim dan Keputihan Berbau

21 Jan 2015, 16:21 WIB
Wanita, 43 tahun.

selamat pagi dokter saya wanita berumur 43 thn sy tergolong wanita telat menikah usia pernikahan saya baru 3 bulan, saya mempunyai keluhan yg ingin saya tanyakan kepada dokter tentang keputihan , tingkat menstruasi saya normal tiap bln, hanya setiap saya berhubungan intim sama suami mengeluarkan bau yang tidak sedap pd cairan yg keluar dari vagina saya, dan kadang saat keputihan juga timbul bau amis namun saya tidak mengalami gatal dan warna keputihanpun putih dan cair, yg ingin saya tanyakan apakah keputihan saya itu berbahaya dan apa yg harus saya lakukan, terima kasih atas bantuan dan jawaban dokter kepada saya. endag

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal atau fisiologis, dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit, jamur, atau bakteri. 

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan. Cairan tersebut berasal dari lendir serviks, dinding vagina, serta keringat dari vulva. Umumnya cairan ini tidak berbau amis, namun terkadang bau tersebut juga dipengaruhi oleh sedikit-banyaknya keringat yang dihasilkan oleh kelenjar keringat di daerah intim.

Selain itu, pada hubungan intim, ketika seorang wanita terangsang ia akan mengeluarkan cairan vagina yang juga berguna sebagai pelumas saat penetrasi. Namun wanita tidak seperti pria yang mengeluarkan mani dengan sangat jelas. Pada saat terangsang atau orgasme, cairan yang keluar memang ada namun tidak sampai terlihat mengalir banyak dari vagina, seperti layaknya cairan ejakulasi pada pria. Fisiknya sama seperti cairan vagina, bening, kental, agak lengket, tidak berbau.

Mengenai waktu timbulnya keluhan, kapankah keluhan tersebut muncul? Cairan yang keluar dari vagina Anda sekitar 10 - 14 hari sebelum haid bisa saja merupakan lendir serviks saja. Peningkatan jumlah lendir serviks pada rentang waktu itu merupakan tanda masa subur. Cairan atau lendir tersebut umumnya berwarna bening, tidak berbau, dan elastis. 


Lalu kapankah keputihan disebut sebagai abnormal?

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), disertai darah, berbau tidak sedap, atau berjumlah banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dan lain-lain) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh bakteri, jamur ataupun parasit.  Keputihan abnormal perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam. 

Berikut adalah tips yang penting diketahui untuk mencegah keputihan abnormal:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab. Gunakan celana dalam bahan katun yang mudah menyerap keringat, serta hindari ukuran celana dalam yang terlalu ketat.
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk atau tissue kering

Merujuk pada keluhan Anda, dimana keputihan tersebut disertai bau tidak sedap, kami menyarankan Anda untuk menemui Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan agar Anda dapat menjalani pemeriksaan fisik dan diagnostik lebih lanjut untuk menentukan penyebabnya.

Berikut ini beberapa artikel yang dapat menambah informasi Anda:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga keluhan Anda lekas teratasi.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar