Sukses

Pilihan KB

20 Feb 2015, 09:18 WIB
Wanita, 24 tahun.

dok.. kira2 kb yg baik pasca operasi caesar apa yh selain spiral??

dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Anda dapat menggunakan KB apa saja, tidak tergantung dari operasi caesar atau melahirkan normal.

Terdapat beberapa jenis kontrasepsi :

- KB hormonal (pil, suntik, susuk)

- KB mekanik (kondom, diafragma, IUD/spiral)

Metode kontrasepsi barrier contohnya adalah kondom (untuk pria) dan diafragma (untuk perempuan). Metode ini, tingkat kegagalannya tinggi jika pemakaiannya tidak benar. Sedangkan pemakaian diafragma juga memiliki risiko terjadinya infeksi pada kemaluan jika pemakaiannya tidak bersih.

 

IUD (spiral) adalah alat yang terbuat dari plastik atau tembaga yang dimasukkan ke dalam rahim dan mencegah kehamilan dengan cara menganggu lingkungan rahim, yang menghalangi terjadinya pembuahan maupun implantasi. Spiral jenis copper T (melepaskan tembaga) mencegah kehamilan dengan cara menganggu pergerakan sperma untuk mencapai rongga rahim dan dapat dipakai selama 10 tahun.

Efektivitas IUD yaitu kehamilan terjadi pada 0,3-0,8 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama

  • Keuntungan : sangat efektif, bekerja cepat setelah dimasukkan ke dalam rahim. Bekerja dalam jangka waktu lama
  • Kerugian : risiko infeksi panggul, dismenorea (nyeri saat haid), menoragia pada bulan-bulan pertama, peningkatan risiko perforasi (robek)  rahim, risiko kehamilan ektopik, IUD dapat lepas dengan sendirinya
  • Efek samping : nyeri, perdarahan, peningkatan jumlah darah menstruasi

Pilihan metode berikutnya adalah kontrasepsi hormonal, baik berupa pil maupun suntikan. Pil yang digunakan dapat berupa pil kombinasi hormon estrogen-progesteron maupun pil progesteron saja. Sedangkan hormon suntik yang diberikan adalah progesteron. Tiap-tiap jenis kontrasepsi ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Pil progesteron saja biasanya digunakan oleh wanita yang menyusui, kekurangannya adalah penambahan berat badan, jerawat, kecemasan, angka kejadian terjadinya perdarahan tidak teratur tinggi, dan efektivitasnya lebih rendah dibandingkan yang kombinasi. Kekurangan ini tentunya juga ditemukan pada progesteron suntik. Namun suntikan hanya perlu dilakukan tiap 3 bulan. Sedangkan keuntungan dari pil kombinasi adalah sangat efektif, mencegah kanker indung telur dan kanker endometrium, menurunkan ketidakteraturan menstruasi dan anemia yang berkaitan dengan menstruasi, menghaluskan kulit dengan jerawat sedang.

Namun, ada keadaan-keadaan dimana penggunaan pil kombinasi ini tidak dianjurkan, seperti tekanan darah tinggi, riwayat migren, riwayat kanker payudara, dll. Perlu diperhatikan bahwa pengembalian kesuburan pada pemberian pil kombinasi dan progesteron suntik bervariasi, antara 3 - 12 bulan setelah kontrasepsi dihentikan.

Haid tidak teratur memang merupakan salah satu efek samping dari pil KB, meskipun biasanya lebih sering pada penggunaan KB suntik. Efek samping lain yang juga dapat ditemukan, antara lain:

- Spotting atau keluarnya bercak-bercak darah di luar siklus menstruasi
- Rasa nyeri payudara
- Sakit kepala
- Mual
- Rasa kembung
- Peningkatan berat badan (jadi harus meningkatkan aktivitas fisik)


Pemilihan metode KB memang sangat individual, karena efek samping yang terjadi dapat berbeda-beda pda masing-masing wanita. Untuk itu, Anda dapat terus mengkonsultasikan hal ini dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda untuk mendapatkan metode KB yang paling sesuai untuk Anda.

Kami sertakan artikel Kontrasepsi untuk informasi lengkap Anda.

 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar