Sukses

Haid Banyak Setelah Di Kuret

20 Aug 2015, 22:42 WIB
Wanita, 29 tahun.

terimakasih untuk jawaban dari pertanyaan sebelumnya saya mau tanya lagi ya dok : 1. kebetulan saya habis kuret setelah menunggu selama 2 tahun,menikah karena janin tidak berkembang ternyata hasil lab saya rubella positif Igg 127 titernya, apakah rubella dapat menyebabkan sulit hamil dok ? 2. setelah kuret tanggal 11 desember lalu kemudian saya haid lagi pada tanggal 8 januari namun ada sedikit perubahan voleme haid hari pertama dan kedua haid biasa jumlahnya tidak seperti sebelum kuret hari ketiga flek hari ke empat bersih hari kelima flek lagi hari ke enam bersih tapi hari ke tujuh keluar flek lagi, kenapa seperti itu dok ya? normal gak sih dok terimakasih dokter

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Umumnya setelah satu minggu dari kuretase, darah sudah tidak ada lagi. Jika tidak terjadi komplikasi, umumnya kesuburan akan kembali normal. Jika sudah mendapat haid lagi berarti fungsi organ reproduksi sudah kembali normal dan sudah boleh berhubungan seksual dan dapat hamil lagi.

Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, 2-8 hari adalah waktu keluarnya darah haid yang berkisar 20-60 ml per hari. Menoragia merupakan suatu kelainan menstruasi dimana perdarahan menstruasi lebih dari 80ml/hari pada siklus yang normal.

Timbulnya perdarahan yang berlebihan saat terjadinya menstruasi (menorragia) dapat terjadi akibat beberapa hal, diantaranya:

a) Adanya Kelainan Organik:

  • infeksi saluran reproduksi
  • kelainan koagulasi, misal : akibat Von Willebrand Disease, kekurangan protrombin, idiopatik trombositopenia purpura (ITP), dll
  • Disfungsi organ yang menyebabkan terjadinya menoragia seperti gagal hepar atau gagal ginjal. Penyakit hati kronik dapat menyebabkan gangguan dalam menghasilkan faktor pembekuan darah dan menurunkan hormon estrogen.

b) Kelainan Hormon Endokrin

Misal akibat kelainan kelenjar tiroid dan kelenjar adrenal, tumor pituitari, siklus anovulasi, Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS), kegemukan, dll

c) Kelainan Anatomi Rahim

Seperti  adanya mioma uteri, polip endometrium, hiperplasia endometrium, kanker dinding rahim dan lain sebagainya.

d) Latrogenik

Misal akibat pemakaian IUD, hormon steroid, obat-obatan kemoterapi, obat-obatan anti-inflamasidan obat-obatanantikoagulan.

Pengobatan menorrhagia sangat tergantung kepada penyebabnya. Untuk memastikan penyebabnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan darah, tes pap smear, biopsi dinding rahim, pemeriksaan USG, dan lain sebagainya. Jika menoragia diikuti oleh adanya anemia, maka zat besi perlu diberikan untuk menormalkan jumlah hemoglobin darah.

Untuk itu sebaiknya anda kembali memeriksakan diri kepada dokter spesialis kandungannya untuk memastikan kondisi yang anda alami.

Kunjungi juga Rubrik Kebidanan dan Kandungan yang kami miliki untuk informasi seputar kehamilan.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar