Sukses

Definisi Keperawanan

12 Mar 2015, 08:38 WIB
Wanita, 17 tahun.

dok, saya pernah menonton film adegan ciuman, terus air mani saya keluar disertai bercak darah, tapi saya tidak pernah memasukkan apapun ke dalam vagina saya. apakah saya masih perawan atau tidak ?

dr. Mega Putri

Dijawab Oleh:

dr. Mega Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Istilah keperawanan saat ini lebih ditekankan pada ada atau tidaknya selaput dara atau hymen pada liang vagina seorang wanita. Pada umumnya, pemeriksaan keperawanan dilakukan dengan memeriksa keadaan selaput dara atau hymen.

Dua konsep yang dimiliki masyarakat berkaitan dengan keperawanan perempuan adalah: 

1. Hilangnya keperawanan ditandai oleh robeknya hymen perempuan, dan 

2. Hilangnya keperawanan karena telah berhubungan intim untuk pertama kali. 

Sebenarnya, definisi yang lebih tepat dari hilangnya keperawanan adalah telah masuknya penis ke dalam vagina (penetrasi) atau telah melakukan hubungan intim.

Pada umumnya selaput dara/hymen akan robek saat hubungan seksual pertama kali akibat penetrasi yang dilakukan. Namun robekan mungkin saja tidak terjadi pada jenis selaput dara yang sangat elastis. Robekan pada selaput dara pun tidak harus selalu diakibatkan oleh hubungan seksual. Hal ini dapat juga disebabkan karena penggunaan tampon dan olahraga berat yang juga dapat menyebabkan keadaan robekan selaput dara yang tipis strukturnya. Jari yang dimasukkan ke dalam vagina dapat menyerupai aktivitas penetrasi penis dan berpotensi menyebabkan robeknya selaput dara. Jika jari adik Anda yang dimasukkan ke dalam vagina Anda sudah cukup dalam dan telah merobek selaput dara adik Anda maka perdarahan dapat terjadi. Namun, karena belum termasuk hubungan intim dengan penetrasi penis sehingga belum dapat disimpulkan mempengaruhi keperawanan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa keperawanan seseorang tidak dapat ditentukan hanya dari utuh atau tidaknya selaput dara namun pada proses penetrasi yang terjadi sebelumnya.

Lebih lanjut sebagai perenungan, silakan kunjungi artikel kami yang berjudul Beda Negara, beda Konsep Keperawanan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar