Sukses

Mengidap Kanker Paru-paru

26 Aug 2015, 15:11 WIB
Pria, 36 tahun.

Ayah sy 71th jarang batuk, hampir tidak pernah demam, tidak pernah batuk berdarah, byk dahak, kurus(50kg) perokok, lesu, suara serak didiagnosa dr. Malaysia mengidap kanker paru2 stadium 4 umur tinggal 6bln bagaimana tanggapan dokter?

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami turut perihatin atas apa yang terjadi pada ayah Anda. Namun jika anda masih ragu, anda berhak memilih untuk mencari second opinion yaitu pendapat dokter lain mengenai kondisi ayah anda. Dalam hal ini dokter yang dituju adalah sesuai dengan kompetensi penyakit (spesialis Paru) dan dapat melakukan pemeriksaan terhadap ayah anda secara langsung.

Oleh karena keterbatasan dalam fasilitas pemeriksaan, maka kami tidak dapat menanggapi lebih lanjut mengenai kondisi penyakit yang ayah anda alami.

Namun, akan kami jelaskan sedikit mengenai penyakit kanker paru-paru .

Kanker paru merupakan keganasan yang terjadi pada organ paru. Dapat terjadi secara primer atau akibat sekunder (penjalaran / metastasis) dari kanker di bagian tubuh yang lain. Penyebab yang paling sering meliputi zat karsinogen (merokok), radiasi, dan infeksi virus.

Keluhan dan gejala penyakit ini tidak spesifik, seperti batuk darah, batuk kronik, berat badan menurun dan gejala lain yang juga dapat dijurnpai pada jenis penyakit paru lain. Penernuan dini penyakit ini berdasarkan keluhan saja jarang terjadi, biasanya keluhan yang ringan terjadi pada mereka yang telah memasuki stage II dan III. Di Indonesia kasus kanker paru terdiagnosis ketika penyakit telah berada pada staging lanjut.

Untuk mendiagnosa penyakit ini perlu dilakukan serangkaian pemeriksaan mulai dari pemeriksaan jasmani yang harus dilakukan secara menyeluruh dan teliti, radiologi (rontgen, CT-Scan), dan pemeriksaan khusus (bronkoskopi, biopsi, dan lainnya).

Pengobatan kanker paru adalah combined modality therapy (multi-modaliti terapi). Pemilihan terapi didasarkan tidak hanya pada  jenis histologis, derajat dan tampilan penderita saja tetapi juga kondisi non-medis seperti fasilitas yang dimiliki rumah sakit dan ekonomi penderita juga merupakan faktor yang amat menentukan.

Terapi tersebut meliputi pembedahan, radioterapi, kemoterapi, imunoterapi, hormonoterapi, dan terapi gen. Selain itu juga terdapat terapi paliatif (untuk meningkatkan kualitas hidup penderita sebaik mungkin) dan rehabilitasi medik.

Penderita kanker paru yang telah terdeteksi pada stadium awal dan telah menjalani pengobatan bisa saja mengalami kekambuhan penyakit. Angka kekambuhan (relaps) kanker paru paling tinggi terjadi pada 2 tahun pertama, sehingga evaluasi pada pasien yang telah diterapi optimal dilakukan setiap 3 bulan sekali.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar