Sukses

Yang Perlu Diketahui Tentang Siklus Haid

14 Jan 2015, 21:30 WIB
Wanita, 29 tahun.

Dokter saya mau ty beberapa hal 1. kalo menghitung siklus haid itu di hitung dari hari pertama haid atau atau hari pertama bersih 2. haid saya selallu maju 1 minggu semisal haid bulan lalu tanggal 14 desember haid berikutnya saya tanggal 7 januari, saya merasanya kog makin pendek siklusnya sebetulnya haid saya tergolong normal gak ya dok? 3. kalau haid maju spt itu masa subur saya berarti tanggal brp ya dok Terimakasih dok

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami akan mencoba menjawab satu=persatu pertanyaan Anda.

1. Perhitungan Siklus Haid

Siklus haid dihitung berdasarkan Hari Pertama Haid. Jadi bila Anda haid pada tanggal 14 Desember 2014  (hari pertama) dan haid berikutnya datang pada tanggal 7 Januari 2015 (hari pertama), maka siklus haid Anda bulan itu adalah 24 hari. Untuk mengetahui siklus haid rata-rata harus dihitung selama 6 bulan siklus atau minimal 3 bulan siklus.

2. Haid Memendek

Siklus haid normal berkisar antara 21-35 hari dan berlangsung selama 3-7 hari. Selama siklus haid Anda masih berada dalam rentang tersebut, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Bagaimana dengan siklus haid Anda 6 bulan terakhir?

Adapun siklus haid tidak teratur umumnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal, yang dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, antara lain:

  • Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama
  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Pasien dengan indeks massa tubuh (IMT) > 30
  • Stres psikologis
  • Atlit
  • Kekurangan vitamin K
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Kelainan pembekuan darah
  • Gangguan hormon tiroid
  • Kelainan pada kandung telur (PCOS)
  • dsb

3. Perhitungan Masa Subur

Perhitungan masa subur adalah 14 hari (+/- 2) hari sebelum Hari Pertama Haid Berikutnya. Anda dapat menyertakan siklus menstruasi Anda (6 siklus terakhir atau paling tidak 3 siklus terakhir) agar dapat dilakukan perhitungan rata-rata masa subur.

Namun, perhitungan masa subur hanya dapat efektif atau akurat apabila siklus menstruasi seorang wanita tergolong normal (21-35 hari, @3-7 hari, @20-60 ml). Apabila siklus menstruasi tidak berlangsung teratur, maka perhitungan masa subur ini tidak akan akurat.

Untuk menghitung masa subur pada wanita dengan siklus haid tidak teratur harus dilihat dari 6 siklus haid. Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan. Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.

Rumusnya:

Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18

Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11

Siklus menstruasi normal umumnya berkisar antara 21-35 hari. Antara hari ke-12 hingga hari ke-14 terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (ovulasi) akibat peningkatan tajam kadar hormon lutein (luteinizing hormone/LH) dalam darah, disebut LH surge (baca Fisiologi Menstruasi). Dengan demikian, masa ovulasi sebenarnya dapat diprediksi dengan mendeteksi kadar LH, yaitu ada/tidaknya LH surge saat pemeriksaan dilakukan. 

Saat ini, alat untuk mendeteksi ovulasi telah beredar luas dan dapat Anda peroleh di apotek-apotek terdekat. Bentuknya  adalah sama dengan alat yang digunakan untuk mendeteksi kehamilan, yaitu menggunakan strip. Perbedaannya terletak pada waktu pengambilan sampel urin. Tidak seperti pemeriksaan kehamilan, urin yang diambil pagi hari bukanlah urin yang terbaik untuk pemeriksaan LHsurge, mengingat LH baru mulai disintesis pagi hari dan baru akan timbul di urin saat siang atau sore hari.

Selain itu, perbedaan juga terdapat pada cara pembacaan hasil pemeriksaan. Pada pemeriksaan kehamilan, setiap garis yang timbul meski terlihat samar dapat dibaca sebagai hasil positif (hamil). Sedangkan pada pemeriksaan masa ovulasi, hasil positif (ovulasi) baru didapatkan apabila timbul garis yang paling tidak sama atau lebih hitam dibandingkan garis kontrol.

Selain menggunakan alat tersebut, masa ovulasi juga dapat diketahui dengan mengukur suhu basal tubuh. Suhu basal seorang perempuan yang sedang mengalami ovulasi pada awalnya akan menurun, kemudian meningkat dan menetap pada suhu 37 derajat Celcius hingga siklus menstruasi berikutnya. Cara lain adalah dengan melihat getah serviks (leher rahim). Saat ovulasi, produksi lendir cenderung meningkat dan lebih kental untuk memudahkan jalannya sperma menuju sel telur.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (AAS)
Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar